EmitenNews.com - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi tidak mengalami kenaikan di tengah gejolak harga minyak dunia. Kepastian ini disampaikan usai Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas percepatan proyek energi nasional.

Kebijakan menjaga harga energi bersubsidi tersebut diambil guna melindungi daya beli masyarakat Indonesia dari dampak ketegangan geopolitik global. Selain menahan harga, pemerintah juga memprioritaskan kecukupan pasokan BBM khusus bagi para nelayan nasional agar aktivitas perekonomian pesisir tetap berjalan.

"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi," jelas Bahlil Lahadalia usai pertemuan.

Bahlil melaporkan cadangan BBM, minyak mentah, dan LPG nasional saat ini berada aman di atas standar minimum. Di saat yang sama, pemerintah mempercepat transisi energi bersih dengan menyiapkan peluncuran groundbreaking tahap pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt.

Pada sektor pemerataan energi domestik, program listrik desa dilaporkan telah menjangkau lebih dari 1.400 desa hingga tahun 2025 dari total 11.000 desa yang sebelumnya belum teraliri listrik. Sementara dari sisi penerimaan negara, Kemenperin dan Kementerian ESDM memfokuskan penataan sektor pertambangan mineral guna mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).(*)