EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengumumkan rencana buyback di tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp500 miliar. Besaran dana tersebut berasal dari kas internal perseroan sesuai dengan peraturan yan berlaku.

Corporate Secretary BBRI Dhanny mengatakan, perkiraan periode buyback tersebut dijadwalkan pada 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.

Buyback 2026 dilaksanakan secara bertahap maupun sekaligus paling lama tiga bulan setelah Keterbukaan Informasi buyback 2026 diterbitkan,” terang Dhanny dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/6/2026).

Di samping itu, Dhannya juga menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback dan seluruh hasil buyback atau treasury stock yang dimiliki perseroan tidak akan melebih 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan perseroan.

“Selain itu, buyback 2026 juga tidak berdampak signifikan pada pendapatan dan biaya operasional perseroan,” tambahnya.

Performa Saham BBRI

Pada perdagangan Jumat (12/6), saham BBRI terpantau menguat 0,70 persen atau naik 20 poin ke level Rp2.870. Meski posisinya tidak seagresif lesatan BBCA, performa BBRI terus menunjukkan taji penguatan.

Meski begitu, saham BBRI mengawali pekan kedua Juni di zona merah. Di mana sahamnya sejak dibuka di level Rp2.700 hanya bergerak di rentang 2.620 hingga 2.750.