BCA (BBCA) Catat Rekor Laba Tembus Rp50,4T, Pada November 2024
:
0
Gedung kantor BCA
EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tetap konsisten dengan pertumbuhan laba tertinggi di antara bank-bank KBMI 4 lainnya. BCA mencetak laba bersih tembus mencapai Rp 50,47 triliun atau naik 14,31% secara tahunan (YoY) pada November 2024.
Kemampuan bank menghimpun profitabilitas ini tak lepas dari keberhasilan memacu perkembangan kredit, namun dengan tetap menjaga tingkat beban bunga.
Berdasarkan laporan keuangan BCA, laba tersebut disorong kredit dan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 875,78 triliun atau meningkat 15,47% year on year (yoy) pada November 2024.
Sehingga kenaikan kredit itu mendorong aset tumbuh 4,50% (yoy) menjadi Rp 1.415,40 triliun. Kenaikan kredit BCA tersebut juga mengerek pendapatan bunga yang naik 7,95% (yoy) menjadi Rp 80,81 triliun. Sementara beban bunga berhasil ditekan -0,10% (yoy) menjadi Rp 10,65 triliun.
Alhasil, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) dari BCA naik 9,28% (yoy) menjadi Rp 70,15 triliun pada November 2024. Perkembangan positif BBCA ini dicapai di tengah-tengah fenomena higher for longer, saat-saat tingkat suku bunga tinggi dari bank sentral bertahan dalam bertahan lama.
Selain NII, BCA juga menghasilkan pendapatan dari komisi/provisi/dan fee senilai Rp 16,28 triliun atau meningkat 7,20% (yoy). Pos ini ikut berperan ikut berperan terhadap rekor laba bersih dari BCA.
Dari sisi biaya-biaya, beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) bergerak turun 15,42% (yoy) menjadi Rp 1,72 triliun. Adapun total beban operasional lainnya bersih dari BCA juga turun 20,71% (yoy) menjadi Rp 7,77 triliun, satu hal lain yang menandai perkembangan positif
Hasilnya BCA mencatat laba operasional sebesar Rp 62,37 triliun atau naik 14,69% (yoy). Pada akhirnya, BBCA menghasilkan laba bersih tahun berjalan sampai dengan November 2024 mencapai Rp 50,47 triliun atau melesat 14,31% (yoy).
BCA juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Namun sayangnya, DPK BCA per November 2024 hanya mampu tumbuh tumbuh 3,48% (yoy) menjadi Rp 1.109,45 triliun. Capaian ini lebih rendah dari perkembangan DPK di sektor perbankan dalam beberapa waktu belakangan, meski sama-sama tumbuh dalam kisaran single digit.
Secara rinci, DPK dari BBCA itu berasal dari giro senilai Rp 363,08 triliun, yang meningkat 8,55% (yoy). Kemudian tabungan naik tipis 3,75% (yoy) menjadi Rp 551,76 triliun. Serta deposito yang turun 5,45% (yoy) menjadi Rp 194,60 triliun.
Related News
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?
PART Mau Gelar Rights Issue dan Buyback, Simak Rinciannya!
GOTO ARB Day-1 Dibanjiri 1 Miliar Lot Jual, Morgan Stanley Juga Jualan
Batas Harga Rp1 Belum Berlaku, Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO





