Beban Membengkak, GTSI Berbalik Rugi USD1,92 Juta di Semester I 2026
:
0
Ilustrasi, kapal tanker pengangkut LNG Ekaputra 1 milik PT GTS Internasional Tbk (GTSI). Foto: GTSI
EmitenNews.com - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) membukukan rugi bersih sebesar USD1,92 juta pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih USD3,75 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Padahal, dari sisi pendapatan, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan naik 4,06% menjadi USD17,69 juta, dibandingkan semester I-2025 sebesar USD17,00 juta.
Tekanan mulai terlihat pada beban pokok pendapatan yang melonjak 49,91% menjadi USD16,82 juta, dari sebelumnya USD11,22 juta. Kenaikan beban tersebut turut diikuti pembengkakan beban usaha sehingga GTSI membukukan rugi usaha sebesar USD642 ribu, berbanding terbalik dengan semester I-2025 yang masih mencatat laba usaha sebesar USD3,76 juta.
Sejalan dengan itu, perseroan juga membukukan rugi per saham dasar sebesar USD0,00012, berbalik dari laba per saham dasar USD0,00024 pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset GTSI per 30 Juni 2026 tercatat sebesar USD143,09 juta, turun 4,15% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar USD149,28 juta. Total aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar USD41,40 juta dan aset tidak lancar sebesar USD101,68 juta.
Penurunan aset terutama dipicu oleh berkurangnya kas dan setara kas yang turun 37,49% menjadi USD18,95 juta, dari posisi akhir 2025 sebesar USD30,31 juta.
Di sisi lain, total liabilitas turun 2,88% menjadi USD80,73 juta, dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar USD83,12 juta. Sementara itu, total ekuitas juga turun 5,76% menjadi USD62,35 juta, dari sebelumnya USD66,16 juta.
Beralih ke laporan arus kas, pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan melonjak 130,98% menjadi USD16,70 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD7,23 juta. Akibatnya, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi menyusut 94,32% menjadi USD516 ribu, dari sebelumnya USD9,09 juta.
Di saat yang sama, GTSI juga meningkatkan belanja modal untuk perolehan aset tetap serta pembayaran uang muka pengedokan. Hal itu membuat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi melonjak sekitar 4.970,18% menjadi USD5,78 juta, dari sebelumnya hanya USD114 ribu.
Sementara itu, pada aktivitas pendanaan, perseroan melakukan pembayaran pinjaman beserta bunga pinjaman bank. Meski masih mencatat arus kas bersih negatif, defisit arus kas pendanaan menyusut 18,69% menjadi USD6,22 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD7,65 juta.
Related News
Biayai Akuisisi, MGLV Right Issue 285,73 Juta Lembar
Tumbuh Minimalis, PGEO Raup Laba USD79,62 Juta
Pendapatan Oke, Laba DADA Melambung 2.645 Persen
WMPP Right Issue Rp635,45 Miliar, ini Tindakan Tumiyana
TINS Tabulasi Laba Rp2,71 Triliun, Melewati Target 2026
Kompak, Dirut dan Komut Tambah Kepemilikan Saham BAIK





