BEEF Buka Suara soal Rumor Diakuisisi Investor Korea
:
0
Produk Kibif dari Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)
EmitenNews.com - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) buka suara terkait rumor yang menyebut perseroan akan diakuisisi oleh perusahaan asal Korea. Manajemen menegaskan kabar tersebut belum terkonfirmasi dan hingga kini tidak terdapat transaksi akuisisi seperti yang beredar di pasar.
Dalam paparan publik BEEF, Senin (24/8/2026), manajemen juga mendapat pertanyaan mengenai aksi salah satu pemegang saham besar, Dimas Wibowo, yang terus menambah kepemilikannya di perseroan.
Manajemen BEEF menyatakan menghormati keputusan investasi masing-masing pemegang saham. Namun, perseroan menegaskan tidak dapat menyimpulkan alasan maupun tujuan investasi dari pemegang saham tertentu karena keputusan tersebut berada di luar kewenangan perseroan.
"Perseroan tidak dapat memberikan asumsi atau menyimpulkan alasan maupun tujuan investasi dari pemegang saham tertentu, karena keputusan tersebut merupakan keputusan masing-masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan Perseroan," jelas manajemen, dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (25/8/2026).
Sementara mengenai rumor akuisisi oleh perusahaan asal Korea, manajemen menyebut informasi tersebut belum memiliki konfirmasi yang memadai. Perseroan juga menegaskan belum terdapat transaksi akuisisi sebagaimana rumor yang beredar.
"Terkait dengan adanya rumor mengenai rencana akuisisi Perseroan oleh perusahaan asal Korea, rumor tersebut tidak terkonfirmasi dengan baik. Tidak terdapat adanya transaksi akuisisi tersebut," tegas manajemen.
Di sisi operasional, BEEF menyatakan saat ini belum memiliki rencana ekspansi besar. Perseroan masih memprioritaskan pengembangan bisnis trading, penggemukan sapi, cold storage, food processing, serta mempelajari pengembangan bisnis dairy cow di Purwokerto.
Untuk bisnis penggemukan sapi, perseroan menyebut masih terdapat sekitar 3.000 ekor sapi dalam proses penggemukan. Tahun ini BEEF memperoleh kuota impor sebanyak 9.000 ekor sapi dan masih berupaya mendapatkan tambahan kuota dari pemerintah agar impor sapi untuk penggemukan dapat dimaksimalkan.
Perseroan juga menyiapkan belanja modal yang akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional, pengembangan usaha, serta kondisi keuangan. Alokasi capex terutama diarahkan untuk peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional, pemeliharaan serta pengembangan fasilitas produksi, peternakan, cold storage, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), manajemen menilai program tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap bisnis perseroan. Salah satunya melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan dan protein hewani, termasuk daging sapi dan produk olahan.
Related News
Kabar Duka dari JPFA, Komutnya Meninggal Dunia, Eks Kepala BIN Era SBY
Zankore by Indosat, Potensi Sumber Cuan Baru Bagi ISAT
Adhi Karya (ADHI) Beber Fakta Penghentian Sementara Perdagangan Saham
Geliat Djarum, Huawei, hingga Jampidsus di Saham Nyangkut Milik Bakrie
Karier Hera Handayani di Elnusa Sebelum Mundur dari Direktur SDM
Avian Brands Peringkat #1 Sustainalytics ESG Risk Rating





