Begini Strategi Penanganan Arus Balik Lebaran 2024
:
0
Gambar arus balik
EmitenNews.com - Pada periode arus balik Lebaran 2024, Korlantas Polri menerapkan sistem ganjil genap pada ruas jalan tol. Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan lalu lintas dengan membatasi kendaraan yang melintas berdasarkan nomor polisi ganjil atau genap sesuai dengan tanggal keberangkatan.
Penerapan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, dan Dirjen Bina Marga Nomor KP-DRJD 1305 Tahun 2024, SKB/67/II/2024, 40/KPTS/Db/2024 tanggal 5 Maret 2024.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, penting untuk memperhatikan jadwal sesuai dengan nomor polisi kendaraan masing-masing. Selain itu, pemudik diharapkan untuk patuh mengikuti arahan petugas dan rambu lalu lintas untuk menghindari kemacetan dan kepadatan volume kendaraan.
Berikut adalah rincian jadwal ganjil genap arus balik Lebaran 2024:
Ruas Tol Semarang-Batang (KM 414 s.d. KM 0 dalam Kota Jakarta)
Jumat, 12 April 2024: 14.00 - 24.00 WIB
Sabtu, 13 April 2024: 08.00 - 24.00 WIB
Minggu, 14 April 2024: 14.00 WIB - Selasa, 16 April 2024: 08.00 WIB
Selain penerapan ganjil genap, Korlantas Polri juga menerapkan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang khususnya di ruas jalan tol saat arus mudik Lebaran 2024. Pembatasan ini mencakup mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, kereta tempelan, kereta gandingan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.
Beberapa kendaraan angkutan barang dikecualikan dari pembatasan, seperti kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM)/bahan bakar gas (BBG), hantaran uang, logistik pemilu/pemilihan, penanganan bencana alam, serta barang pokok.
Related News
Dengar Masukan Penjual dan Platform Lokapasar, Permendag Direvisi
Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Jepang, AS, dan Australia Kompak Turun
Indofood Salurkan Bantuan Hewan Kurban Iduladha 2026
BTN Salurkan 1.605 Hewan Kurban
Iduladha 1447 H, ACC Salurkan Ratusan Hewan Kurban
AATI Dorong Standarisasi Internasional Analis Teknikal Via ATAS 2026





