EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan enam saham, yaitu PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA), PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM), PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA, MGNA-W), dan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), setelah masing-masing tercatat mengalami lonjakan pesat hingga masuk daftar pemantauan otoritas bursa.

Dalam keterangan tertulis, Pande Made Kusuma Ari A. selaku Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI mengatakan bahwa ssuspens perdagangan mulai diberlakukan pada sesi I Rabu (26/11).

Sebelum suspensi, sehari sebelumnya yakni, pada penutupan perdagangan Selasa (25/11) tiga saham sempat menyentuh Auto-Rejection Atas (ARA).

NRCA melonjak 24,80% atau naik 310 poin ke Rp1.560. MGNA, yang berada di papan FCA, naik 9,09% atau 9 poin ke Rp108. Lalu diikuti SINI yang melompat 8,7% di FCA naik 800 poin hingga menyentuh level harga Rp10.000.

Selain itu, tiga saham lain turut mencatat penguatan kuat sehari sebelumnya. BUVA, milik Hapsoro, terangkat 20,09% atau 230 poin ke Rp1.375. ARKO milik Grup Astra menguat 18,67% atau 620 poin ke Rp3.940, sementara AYAM naik tipis 3,73% atau 12 poin ke Rp334.

Sebagai informasi saham NRCA dalam sepekan terakhir menguat 27,87% atau bertambah 340 poin ke level Rp1.560. Dalam sebulan, NRCA kembali melonjak 105,26%, naik 800 poin dari posisi Rp760 pada 24 Oktober 2025. Sepanjang triwulan, saham ini tercatat dalam penguatan 89,09% dari Rp825 pada 25 Agustus 2025, sementara dalam setahun terakhir telah melesat terbang 343,18% dari harga awal Januari di Rp352 per saham.

Selanjutnya, saham SINI milik Happy Hapsoro itu pada sepekan terakhir naik 24,61% dari posisi Rp8.025. Dalam sebulan, SINI melanjutkan reli hingga 101,21% dari Rp4.970 pada 24 Oktober 2025. Pada triwulan terakhir, saham ini tetap dalam tren penguatan dengan lonjakan 181,69% dari Rp3.550 pada 25 Agustus 2025. Sepanjang tahun berjalan, SINI tercatat merangsek naik 100% dari harga awal Januari di Rp5.000 per saham.

Untuk saham MGNA, kinerja sepekan menunjukkan kenaikan 36,71% dari Rp79. Dalam sebulan, MGNA kembali menguat 96,36% dari Rp55 pada 24 Oktober 2025. Pada triwulan terakhir, saham ini melonjak 176,92% dari posisi Rp39 pada 25 Agustus 2025, sementara setahun terakhir MGNA telah tumbuh 535,29% dari harga awal Januari di Rp17 per saham.

Saham BUVA mencatat kenaikan 51,93% dalam sepekan dari posisi Rp905. Dalam sebulan, BUVA melanjutkan reli 109,92% dari Rp655 pada 24 Oktober 2025. Pada triwulan terakhir, saham ini melonjak 343,55% dari Rp310 pada 25 Agustus 2025. Dalam setahun penuh, BUVA mencatat kenaikan multibagger 2.650% dari harga awal tahun di Rp50 per saham.

Saham AYAM dalam sepekan menguat 4,38% dari Rp320. Dalam sebulan, saham ini menambah kenaikan 85,56% dari posisi Rp180 pada 24 Oktober 2025. Pada triwulan terakhir, AYAM tercatat naik 97,63% dari Rp106 pada 25 Agustus 2025, sementara secara tahunan telah tumbuh 151,13% dari harga awal Januari di Rp133 per saham.