EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan suspensi kedua perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) hingga suspensi ketiga dari saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I pada Jumat (24/4/2026).

Penghentian sementara perdagangan atau suspensi tersebut dilakukan setelah bursa mencermati adanya pergerakan harga saham yang dinilai tidak wajar dalam beberapa waktu terakhir.

Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) 

Berdasarkan pantauan EmitenNews.com, saham WBSA sebelum disuspensi perdagangannya sempat ditutup kembali melejit di Auto-Rejection Atas (ARA) setinggi 24,88 persen setara 265 poin di Rp1.330.

Sudah kali kesembilan, saham WBSA mencetak penutupan perdagangan hingga sembilan kali Auto Reject Atas (ARA) hingga akhirnya disuspensi kedua kalinya pada 24 April 2026 setelah suspensi pertamanya di tanggal 20 April 2026. Harganya terangkat naik dari Rp168 menjadi sekelas Rp1.330.

Hal tersebut membuat BEI menggembok saham pendatang baru Bursa ini yang diperkirakan akan memakan waktu hingga dua hari lamanya.

Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) 

Berdasarkan pantauan EmitenNews.com, saham BAIK sebelum disuspensi perdagangannya sempat ditutup melesat setinggi 20,91 persen setara 115 poin di Rp665.

Sudah kali ketiga, saham BAIK disuspensi BEI sejak awal tahun 2026 yakni, pertama kali di tanggal 21 Januari 2026, lalu kedua kali pada 26 Februari hingga 3 Maret 2026 dan ketiga pada 24 April 2026.

Hal tersebut membuat BEI menggembok saham yang diperkirakan akan memakan waktu bisa mencapai berminggu-minggu lamanya.

Dengan diberlakukannya suspensi tersebut, investor untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi atas saham WBSA dan BAIK hingga bursa kembali membuka perdagangan saham perseroan.

Atas suspensi lanjutan tersebut, saham BAIK hingga WBSA berpotensi masuk ke mekanisme perdagangan Full Call Auction (FCA) usai suspensi berakhir.

BEI juga mengimbau para pelaku pasar untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten sebelum melakukan keputusan investasi.