BEI Lepas 4 Saham Terbang, 2 Ngegas ARA!
:
0
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pelepasan masa suspensi perdagangan saham empat emiten, yakni PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR), PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT Era Graharealty Tbk. (IPAC), dan PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterangan tertulis Kamis (2/10) menyampaikan bahwa suspensi atas perdagangan keempat saham tersebut dibuka kembali mulai sesi I, Jumat (3/10/2025).
Saham IDPR, IPAC, BEEF, dan JARR milik Haji Isam itu sebelumnya disuspensi masing-masing pada 2 Oktober 2025 dan 25 September 2025 akibat kenaikan harga.
Pasca pembukaan suspensi pada Jumat (3/10) saham milik Haji Isam yakni, JARR naik kencang hingga mentok di Auto-Rejection Atas (ARA), naik 9,88% setara 420 poin ke Rp4.670.
JARR Dalam sebulan terakhir terang 132,4 persen dari harga Rp1.830 pada 1 September 2025.Dalam enam bulan terakhir terbang 1.172 persen dari harga Rp334 pada 1 April 2025. Secara tahunan JARR naik 1.150 persen dari harga Rp340 pada 2 Januari 2025.
Saham IPAC yang juga mengekor terbang 9,49% setara 26 poin di harga ARA Rp300.
Saham IPAC dalam seminggu terakhir melejit 44,21% dari harga sebelumnya Rp190 ke Rp274, sebulan terakhir melesat lagi 98,55% dari harga Rp138 dan setahun terakhir performanya ditaksir mencapai 204,44% dari sebelumnya Rp90.
Dua saham lainnya, juga terbawa arus positif saham IDPR yang melejit ke level Rp500 naik 15,21% setara naik 66 poin dan saham BEEF yang terbawa naik 14,52% setara 90 poin menjadi Rp710.
BEI mengimbau agar seluruh pihak yang berkepentingan selalu mencermati keterbukaan informasi dari emiten serta mempertimbangkan aspek risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Related News
Anak Usaha SMGR Suplai Beton Sekolah Rakyat di Empat Provinsi
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia





