EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan target emiten yang menggelar Initial Public Offering (IPO) tetap sesuai target awal tahun 2026, yakni sebanyak 50 emiten.

Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan hingga saat ini 15 emiten telah masuk ke dalam pipeline IPO.

“Kalau target IPO di pipeline kan masih ada 15, dan kembali keputusan untuk IPO, kan, adalah keputusan strategis dari masing-masing perusahaan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Kendati di tengah gejolak sentimen global dan domestik yang mempengaruhi pergerakan indeks, Jeffrey optimis minat korporasi melantai di bursa tetap terjaga.

Meski demikian, ia menegaskan, keputusan IPO menjadi ranah spesifik yang menjadi bagian dari kebijakan perusahaan. Sebab, perusahaan perlu mempertimbangkan penentuan harga yang optimal, agar IPO mampu benar-benar diserap baik oleh pasar.

“Apakah bisa mendapatkan pricing yang optimal, apakah nanti IPO-nya bisa terserap dengan baik oleh pasar atau tidak. Itu kan tentu menjadi pertimbangan dari calon perusahaan tercatat dan penjamin emisinya,” tegas Jeffrey.

Hingga saat ini, lanjut Jeffrey, beberapa emiten tengah mempersiapkan diri segera melantai di bursa. Ia juga berharap, ke depan akan ada emiten baru lain yang siap menggelar IPO.

“Tetapi beberapa kami lihat proses masih tetap berjalan, mudah-mudahan akan ada IPO baru,” katanya.

Adapun diberitakan emitennews sebelumnya, BEI mencatat sebanyak 15 perusahaan telah masuk dalam pipeline IPO di pasar modal Indonesia, per 30 April 2026.

Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya merupakan perusahaan dengan aset skala besar, dan empat lainnya perusahaan dengan kategori aset skala menengah.