Bobot MSCI Indonesia Turun ke 0,63 Persen, Outflow Rp60T Membayangi
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tumbang di pembukaan perdagangan Rabu (13/5) merespons hasil MSCI May 2026 Index Review. Foto: EmitenNews/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets diprediksi menyusut dari 0,73% menjadi 0,63% setelah MSCI mengumumkan hasil rebalancing Mei 2026 pada 13 Mei 2026.
Penurunan 0,10% itu berpotensi memicu outflow dana pasif sekitar Rp11,88 triliun, sementara total outflow termasuk dana aktif diproyeksikan mencapai Rp60 triliun.
Berdasarkan data MSCI Free Float Adjusted Market Cap yang dihimpun Ajaib Sekuritas, enam saham Indonesia didepak dari MSCI Global Standard Index tanpa ada penghuni baru. Saham yang keluar adalah AMMN, DSSA, BREN, TPIA, CUAN, dan AMRT. Sementara AMRT sendiri dipindahkan ke MSCI Small Cap Index.
Penurunan bobot paling besar terjadi pada AMMN dari 0,05% ke 0%, diikuti DSSA, BREN, TPIA, CUAN, dan AMRT yang kesemuanya turun menjadi 0% imbas deletions.
Kalkukasinya, total bobot MSCI Indonesia di EM turun 14,58% dalam satu periode rebalancing di periode Mei 2026 ini.
Outflow Rp11,88 T dari Dana Pasif, Rp60 T Jika Hitung Dana Aktif
Penurunan bobot ini berdampak langsung pada aliran dana asing. Dengan total dana kelolaan atau AUM ETF di Emerging Markets mencapai USD683 miliar pada kuartal I-2026, penurunan bobot 0,10% setara dengan potensi outflow USD683 juta atau Rp11,88 triliun menggunakan kurs Rp17.400 per dolar AS. Eksekusi masif diperkirakan terjadi hingga effective date 1 Juni 2026.
Dalam catatan Ajaib Sekuritas, tekanan tidak hanya datang dari dana pasif. Sejak awal tahun hingga 12 Mei 2026, net sell asing di pasar reguler sudah mencapai Rp49 triliun. Di segmen Small Cap, MSCI juga menghapus 13 saham dari indeks, yaitu ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
Ajaib sekuritas memperhitungkan dana aktif yang umumnya 3-4 kali lebih besar dari dana pasif, proyeksi total outflow bisa mencapai Rp60 triliun. Dana aktif diperkirakan membukukan outflow sekitar Rp47,52 triliun.
11 Saham Big Caps dan 43 Small Cap Bertahan
Related News
OJK Cabut Izin Dua Koperasi di Jateng, Kantornya Langsung Disegel
FTSE Russel Umumkan Ulang Kasta Market RI September Mendatang
Setelah MSCI, FTSE akan Coret Saham HSC, DSSA Bakal Terdepak Lagi?
Bos OJK Tanggapi Pengumuman MSCI, Ini Katanya
Pacu Reformasi, OJK Pede Indonesia Naik Kelas ke Developed Market
OJK: Indeks Global MSCI Tak Bisa Lagi Ditopang Free Float Semu





