BEI Setop Perdagangan Dua Saham Melonjak Puluhan Persen
:
0
Siluet pengunjung Investor di Bursa IDX Stock Exchange di Main Hall BEI, Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham dua emiten yaitu PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), mulai sesi I perdagangan Senin (23/6/2025).
Keputusan ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap investor menyusul lonjakan harga saham kedua emiten tersebut yang dinilai tidak wajar dalam waktu singkat.
Sebelumnya BEI sudah menerbitkan peringatan Unusual Market Activity (UMA) saham ARCI pada 17 Juni 2025 lanataran kenaikan harga signifikan.
ARCI saham perusahaan tambang emas milik Rajawali Group ini melonjak 78,9% dalam sebulan, dari Rp366 menjadi Rp655 per saham hingga penutupan Jumat (20/6).
Tak hanya itu, secara tahunan (year-on-year), ARCI bahkan mencatat kenaikan luar biasa sebesar 182,3% dari posisi semula Rp232.
Sementara itu, emiten pengembang properti ASPI juga terpantau bergerak liar. Dalam sepekan terakhir, saham ini melonjak 92,59%, dari Rp135 menjadi Rp260 per lembar, juga disertai lonjakan volume transaksi.
BEI sudah lebih dulu mengeluarkan peringatan UMA untuk ASPI pada Kamis (19/6), dan akhirnya turut membekukan perdagangannya bersama ARCI pada hari ini.
BEI menegaskan bahwa investor diharapkan menelaah kembali kondisi fundamental emiten dan tidak semata-mata terpancing oleh pergerakan harga spekulatif.
“Penghentian sementara ini dilakukan sebagai cooling down, agar investor dapat mengambil keputusan secara rasional dan berbasis informasi yang memadai,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterangan tertulis.
Related News
TAMA Mendadak Batal Jual Aset Rp64,5 Miliar di Jaksel, Simak Alasannya
Pendapatan Ambles 51 Persen, OASA Masih Rugi Rp42,78 Miliar di 2025
Jatuh Tempo 4 Juli, Mandiri Amankan Dana Rp1,95T Lunasi Green bond
Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Raffi-Nagita Pegang Kendali, VISI Copot Komisaris Utama dan 1 Direksi
Rogoh Rp661,34 Miliar, Samuel Sekuritas Serok 7,35 Persen Saham RLCO





