SMAR Raup Laba Rp2,34 Triliun, Saham Meledak 23 Persen
:
0
Tampak anak kecil duduk di sebuah troli di dekat etalase minyak goreng merek Filma besutan Sinarmas Group. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sinar Mas Agro (SMAR) medio 2026 mengemas laba bersih Rp2,34 triliun. Melonjak 185,36 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp825,38 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten Grup Sinarmas tersebut melejit menjadi Rp816 dari sebelumnya Rp287.
Penjualan bersih Rp43,73 triliun, surplus 1,08 persen dari fase sama tahun sebelumnya Rp43,26 triliun. Beban pokok penjualan Rp36,8 triliun menciut dari episode sama tahun lalu senilai Rp38,9 triliun. Laba kotor terkumpul Rp6,93 triliun, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu senilai Rp4,36 triliun.
Beban penjualan Rp3 triliun, bengkak dari Rp2,47 triliun. Beban umm dan administrasi Rp767,06 miliar, bertambah dari Rp755,44 miliar. Total beban usaha Rp3,76 triliun, melonjak dari Rp3,23 triliun. Laba usaha Rp3,15 miliar, melejit 178,76 persen dari Rp1,13 triliun. Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi Rp303,64 miliar, menanjak dari Rp32,1 miliar.
Pendapatan bunga Rp32,14 miliar, naik dari Rp8,49 miliar. Rugi selisih kurs Rp249,65 miliar, bengkak dari Rp39,35 miliar. Beban bunga dan keuangan lainnya Rp474,25 miliar, susut dari Rp566,15 miliar. Beban lain-lain Rp236,01 miliar, bengkak dari Rp67,98 miliar. Laba bersih periode berjalan Rp2,34 triliun, melesat dari Rp825,7 miliar.
Jumlah ekuitas Rp24,13 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp22,43 triliun. Total liabilitas Rp26,26 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir tahun 2025 senilai Rp22,76 triliun. Jumlah aset Rp50,39 triliun, melonjak dari akhir tahun lalu Rp45,2 triliun.
Harga Saham Meledak
Sepanjang perdagangan kemarin, saham SMAR menguat 5,56 persen setara 300 poin menjadi Rp5.700 per lembar. Sebulan terakhir, saham SMAR telah melonjak 23,11 persen alias 1.070 poin dari edisi 30 Juni 2026 di level Rp4.630 per eksemplar. Dalam tempo 52 Minggu terakhir, saham SMAR pernah menyentuh level tertinggi Rp7.250, dan terendah Rp3.620.
Jamak diketahui, Grup Sinarmas dan afiliasi mendominasi daftar saham kategori konsentrasi kepemilikan tinggi alias high shareholding concentration (HSC). Tercatat enam dari 51 emiten bertato HSC berbendera Sinarmas. Itu berdasar publikasi teranyar Bursa Efek Indonesia (BEI) edisi Rabu, 15 Juli 2026.
Emiten Grup Sinarmas dan afiliasinya tersebut antara lain Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR) 99,58 persen, Golden Energy Mines (GEMS) 99,24 persen, Ekamas Mora Repubblik (MORA) 95,65 persen, dan Dian Swastatika (DSSA) 95,76 persen, dan dua afiliasi yaitu MSIG Indonesia (LIFE) 99,21 persen, dan Bank SMBC Indonesia (BTPN). (*)
Related News
Bank BJB (BJBR) Bukukan Laba Bersih Rp783 Miliar, Tumbuh 58 Persen
Aset Tembus USD346 Juta, Investor HUMI raih Dividen Rp3 Miliar
Bank Permata (BNLI) Raih DPK Rp189 Triliun, Ada Penurunan 1,9 Persen
Bersama Danantara, BTN Penyalur Terbesar Akad Massal Rumah Subsidi
Prihatin! Rugi AirAsia Indonesia jadi Rp1,45T, Melonjak 85,95 Persen
Kinerja Meningkat, Laba Bersih Bank OCBC NISP (NISP) Rp2,7 Triliun





