BEI Sorot PORT Soal Pengendali Baru, Begini Penjelasan Manajemen

Salah satu pelabuhan laut yang dikelola PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT)
EmitenNews.com- PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) menyampaikan salah satu pemegang sahamnya yaitu PT Episenta Utama Investas (EUI) telah menjual kepemilikkannya kepada Investor Asing atau China Merchants Port Holdings Company (CMP).
" Namun demikian, EUI tidak melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PORT. Pasca pengambilalihan saham Perseroan, EUI masih menguasai sebesar 23,2% saham PORT," tulis Corporate Secretary PORT, Lina dalam menjawab surat BEI Senin (15/7).
Dia menambahkan, tujuan penjualan saham adalah untuk memperoleh kerja sama strategis dengan investor yang berpengalaman di bisnis Pelabuhan untuk pengembangan bisnis kedepan, sehingga EUI tidak melalukan penjualan saham ecara keseluruhan an masih memiliki saham perseroan sebesar 23,2%,"jelas Lina.
Lina juga menegaskan bahwa tidak terdapatrencana perubahan bidang usaha perseroan. Dengan adanya pemegang aham mayoritas baru yang berpengalaman dalam bisnis Pelabuhan dengan skala yang lebih besar, kedepannya diharapkan perseroan dapat berpartisipasi dalam proyek-proyek baru dan ekspansi ke bisnis yang berkaitan dengan Pelabuhan.
"CMP berharap bahwa perseroan dapat menjadi sarana CMP untuk masuk ke bisnis di bidang Pelabuhan di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia," tegasnya.
Kemudian, Lina juga mengatakan, pengendali baru memiliki komitmen agar perseroan tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Tidak ada rencana untuk melakukan go private dari pemegang saham pengendali baru," pungkasnya.
Seperti diketahui PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) mengumumkan bahwa China Merchant Port Holding Company resmi telah menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) sejak tanggal 28 Juni 2024.
Investor asal Tiongkok itu membeli 1.435.110.412 lembar atau 51% porsi saham pada emiten operator infrastruktur pelabuhan dari PSP lama, PT Episenta Utama Investasi. nilai transaksi tersebut senilai Rp 660 per saham atau total nilai pembayaran sebesar Rp 947,17 miliar.
China Merchant Company bergerak di bidang induk usaha dengan badan hukum Hong Kong.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar