EmitenNews.com - Indofarma (INAF) kuartal pertama 2023 merugi Rp61,79 miliar. Bengkak 20 persen dari edisi sama tahun lalu tekor Rp51,18 miliar. Laba per saham dasar menjadi tekor Rp19,94 dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp16,51 per eksemplar. 


Penjualan bersih Rp169,79 miliar, turun dari edisi sama tahun lalu Rp339,02 miliar. Beban pokok penjualan Rp165,46 miliar, bengkak dari episode sama tahun sebelumnya Rp309,08 miliar. Laba kotor Rp4,32 miliar, anjlok 85 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp29,94 miliar. 


Beban penjualan Rp24,23 miliar, susut dari Rp41,26 miliar. Beban umum dan dan administrasi Rp33,10 miliar, turun dari Rp34,53 miliar. Keuntungan lain-lain bersih Rp1,26 miliar, menukik dari Rp7,49 miliar. Rugi usaha Rp51,73 miliar, membengkak 34 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp38,36 miliar. 


Pajak penghasilan terkini nihil dari Rp1,04 miliar. Manfaat pajak tangguhan Rp1,92 miliar, melonak dari tekor Rp3,27 miliar. Jumlah pajak penghasilan Rp1,92 miliar, menanjak signifikan dari tekor Rp4,31 miliar. Rugi tahun berjalan Rp61,79 miliar, bengkak dari Rp51,17 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp24,55 miliar, anjlok dari akhir tahun sebelumnya senilai Rp86,34 miliar. Jumlah liabilitas Rp1,55 triliun, melonjak signifikan dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,44 triliun. Jumlah aset Rp1,57 triliun, melejit dari episode akhir tahun sebelumnya Rp1,53 triliun. (*)