EmitenNews.com - Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS) sepanjang 2025 mengemas laba bersih Rp7,56 triliun. Melesat 8 persen dari periode sama tahun lalu Rp7 triliun. Denna hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian ikut melesat menjadi Rp164,05 dari sebelumnya Rp151,88. 

Pendapatan dari jual beli Rp14,51 triliun, naik tipis dari Rp13,4 triliun. Pendapatan dari bagi hasil Rp10,12 triliun, melejit dari Rp8 triliun. Pendapatan dari ijarah Rp128,53 miliar, susut dari Rp192,12 miliar. Pendapatan usaha utama lainnya Rp3,5 triliun, turun dari Rp3,7 triliun. Hak pihak ketiga atas bagi hasil Rp9,13 triliun, bengkak dari Rp7,88 triliun.

Hak bagi hasil milik bank Rp19,12 triliun, menanjak dari Rp17,4 triliun. Total pendapatan usaha lainnya Rp6,93 triliun, surplus dari Rp5,55 triliu. Itu meliputi pendapatan imbalan jasa perbankan Rp4,63 triliun, naik dari Rp3,67 triliun. Keuntungan investasi surat berharga Rp1 triliun, melejit dari Rp587,19 miliar. Pendapatan lainnya Rp1,3 triliun, naik tipis dari akhir 2024 senilai Rp1,29 triliun. 

Beban gaji dan tunjangan Rp5,49 triliun, naik dari Rp5,28 triliun. Beban umum dan administrasi Rp8,1 triliun, bengkak dari Rp6,34 triliun. Bonus wadiah Rp651 juta, naik dari Rp586 juta. Total beban usaha Rp13,7 triliun, bengkak dari Rp11,79 triliun. Beban cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif dan non produktif Rp2,35 triliun, bengkak dari Rp1,89 triliun.

Laba usaha Rp10 triliun, surplus dari akhir 2024 senilai Rp9,27 triliun. Jumlah ekuitas Rp51,95 triliun, melonjak dari akhir 2024 senilai Rp45,04 triliun. Total dana syirkah temporer Rp299,31 triliun, naik dari Rp261,29 triliun. Jumlah liabilitas Rp104,92 triliun, bengkak dari Rp102,28 triliun. Total aset Rp456,19 triliun, menanjak signifikan dari Rp408,61 triliun. (*)