EmitenNews.com - Wijaya Karya (WIKA) mencatat kinerja keuangan tertekan sepanjang tahun buku 2025. WIKA mencatat rugi bersih Rp10,13 triliun, meningkat 304 persen dibanding episode sama tahun 2024 rugi Rp2,51 triliun.

Pembengkakan rugi bersih tersebut sejalan dengan terjadinya penurunan pendapatan usaha. WIKA mencatat pendapatan Rp13,32 triliun pada 2025, drop 31 persen dari periode sama tahun sebbelumnya dengan tabulasi Rp19,24 triliun.

Sisi profitabilitas, laba bruto juga mengalami penurunan menjadi Rp1,12 triliun dari posisi sama tahun 2024 senilai Rp1,51 triliun. Rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp10,12 triliun, turun amat jauh dibandingkan Rp2,46 triliun pada tahun sebelumnya.

Sisi neraca, total aset WIKA meluncur deras menjadi Rp50,14 triliun dari episode sama tahun sebelumnya Rp63,46 triliun. Liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp48,46 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp51,59 triliun.

Ekuitan menukik menjadi Rp1,68 triliun dari posisi sama tahun 2024 sejumlah Rp11,87 triliun. Itu mencerminkan tekanan besar terhadap struktur permodalan perseroan. Secara keseluruhan, kinerja WIKA selama 2025 menunjukkan pelemahan hampir seluruh lini keuangan. (*)