Berbalik Laba, Phapros (PEHA) Bagi Dividen Kembali Usai 2 Tahun Hiatus
:
0
Prosesi perhelatan Paparan Publik PT Phapros Tbk. (PEHA) usai RUPST Kamis (11/6). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Phapros Tbk. (PEHA) emiten farmasi anak usaha Kimia Farma (KAEF) itu mendapati kabar baru persetujuan sebaran dividen tunai setelah absen tak membagikan labanya selama dua tahun terakhir. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dihelat di Jakarta pada Kamis (11/6/2026) menyetujui pembagian 15% dari laba bersih tahun buku 2025 yang setara Rp4,11 miliar atau Rp4,89 per saham.
Pembagian dividen ini sendiri ialah hasil turnaround kinerja Phapros yang memuat laba bersih Rp27,4 miliar pada 2025 dari sebelumnya masih mencatat rugi Rp290,6 miliar pada 2024. Mengacu harga saham PEHA pada penutupan perdagangan Kamis (11/6) di level Rp230 per saham, yield dividen PEHA tertakar sebesar 2,13%.
Sisa laba bersih 85% akan dibukukan sebagai laba ditahan dan digunakan sebagai dana cadangan untuk belanja modal atau capex pemenuhan compliance Perusahaan.
Intan Abdams Katoppo, Direktur Utama Phapros dalam Paparan Publik usai RUPST Kamis (11/6) memaparkan bahwa pembagian dividen ini merupakan wujud apresiasi terhadap loyalitas investor sekaligus bukti kondisi keuangan PEHA stabil dengan arus kas positif.
"Phapros berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas. Untuk itu, kami optimistis perseroan akan kembali memberikan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun berikutnya," ujar Intan dalam Paparan Publik Phapros di Jakarta, Kamis (11/6).
Kinerja PEHA melesat sepanjang 2025. Laba bersih tumbuh 109% menjadi Rp27,4 miliar dari rugi Rp290,6 miliar pada 2024. Pertumbuhan laba didorong kenaikan penjualan 26,34% secara tahunan menjadi Rp940,88 miliar.
Seluruh segmen produk mencatat kenaikan. Segmen obat bebas atau OTC naik 43,20%, segmen obat generik berlogo tumbuh 13,95%, dan segmen ethical melesat 55%.
Menilik sisi efisiensi, PEHA menekan beban pokok penjualan sebesar 5,41% menjadi Rp448,37 miliar dari Rp474,03 miliar. Beban usaha juga turun 14,64% menjadi Rp406,43 miliar dibanding Rp476,12 miliar tahun lalu.
Intan menjelaskan strategi cost restructuring terbukti efektif. Rasio COGS (Consumer of Good Sold) terhadap penjualan turun signifikan menjadi 47,65% pada 2025 dari 63,65% di 2024. Rasio yang lebih rendah menandakan proses produksi berjalan efisien dan margin laba kotor lebih besar.
Melihat di neracanya, Liabilitas PEHA terpangkas 7,45% menjadi Rp959,70 miliar dari Rp1,03 triliun. Ekuitas naik 8,74% menjadi Rp427,47 miliar dari Rp393,12 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi positif Rp123,75 miliar dengan saldo kas akhir 2025 mencapai Rp120,98 miliar, naik 31,49% dibanding Rp92 miliar tahun sebelumnya.
Related News
Melalui MPM BISA, MPMX Dorong Penyandang Disabilitas Mandiri Ekonomi
SDPC Kucurkan Capex Rp100M, Bangun Gudang Raksasa Modern di Bekasi
SMRA Bagi Dividen, Optimistis Raup Marketing Sales Rp5,2 Triliun
IHSG Terjatuh Lagi 0,28 Persen, DSSA dan BMRI Ikut Parkir Zona Merah
Emiten Pengolahan Kelapa Sawit Dapat Guyuran Kredit Jumbo Rp8,9T BRI
Rights Issue ENRG Rp4,1 Triliun, Pengendali Terancam Dilusi 33 Persen!





