Bergerak tidak Wajar, BEI Awasi Saham Bhakti Multi Artha (BHAT)
EmitenNews.com - Saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) dinilai bergerak tidak wajar. Karena itu, mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pola transaksi saham emiten berkode BHAT itu. BEI menilai ada indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham BHAT yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (19/4/2022), Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan, mengungkapkan, patut dicermati kembali bahwa Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah 12 April 2022 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham BHAT, BEI meminta para investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa." Demikian tulis Lidia M. Panjaitan, dalam surat keterbukaan Informasi BEI.
Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS.
"Investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tegasnya.
Sebelumnya Bursa telah mengumumkan UMA pada 13 Oktober 2021 atas perdagangan saham BHAT. Kemudian, UMA (Unusual Market Activity) pada 20 Mei 2021 atas perdagangan saham BHAT. ***
Related News
Regulasi Diketok, Kini IPO Baru Wajib Setor 15–25 Persen Free Float!
Per 1 April, BEI Hentikan Perdagangan Saham ASPR
BEI Naikkan Minimum Free Float Saham jadi 15 Persen, Cek Datanya
OJK Hormati Putusan KPPU Soal Dugaan Kartel Suku Bunga Pinjaman Daring
Bos BEI Beber Bursa RI Masuk 20 Besar Global dari Sisi Likuiditas
Bidik 30Juta SID, BEI Ajak Investor Lokal Agar Pasar Tak Direbut Asing





