EmitenNews.com - Harga emas naik mendekati USD4.600 per ons pada perdagangan hari Selasa (19/5) seiring meningkatnya harapan bahwa AS dan Iran mungkin akan kembali bernegosiasi, yang membantu meredakan beberapa kekhawatiran inflasi. Hal ini menandai sesi penguatan kedua berturut-turut, sekaligus memvalidasi area USD4.540 minggu lalu sebagai zona dukungan taktis yang solid.

Dipantau dari laman Dewan Emas Dunia (World Gold Council) harga emas pagi ini naik ke level USD4,569.88 per ons. Sedangkan di laman GoldPrices sebesar USD4.566,55, naik 0,78%.

Presiden Donald Trump mengatakan ia menangguhkan rencana serangan terhadap Iran yang dijadwalkan pada hari Selasa setelah adanya permohonan dari Arab Saudi, Qatar, dan UEA, dengan mengatakan bahwa negara-negara Teluk percaya kesepakatan dengan Teheran yang memuaskan Washington masih dapat dicapai.

Emas telah menghadapi tekanan sejak pecahnya konflik Timur Tengah, karena melonjaknya harga minyak memperparah kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral lebih lanjut.

Meningkatnya inflasi AS juga mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sementara meningkatkan spekulasi bahwa Fed bahkan dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Investor sekarang menunggu risalah FOMC terbaru dan pembacaan PMI AS untuk sinyal lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter dan kondisi ekonomi.(*)