EmitenNews.com - Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuka 10 lelang Wilayah Kerja (WK) Migas dalam acara the 50th Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition pada 20-22 Mei 2026.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin (18/5/2026), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebut bahwa blok migas tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Papua hingga Sumatera.

Asal tahu saja, 10 area ini merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan hingga Februari 2026. Badan Geologi dan LEMIGAS telah selesai melakukan studi sehingga diklaim memiliki kualitas data yang lebih baik.

Laode Sulaeman mengatakan, studi tersebut bagian dari peran aktif Pemerintah melalui Badan Gelologi dan LEMIGAS untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas. 

“Sebanyak 10 area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi blok migas baru yang tempo hari dibuka oleh Kementerian ESDM secara luas," ucap Laode Sulaeman.

Sebanyak 10 area migas tersebut:

  1. RUPAT
  2. PURI
  3. KARAPAN BARU
  4. PESUT MAHAKAM
  5. BENGARA II
  6. MARATUA II
  7. SOUTH MATINDOK
  8. LAO-LAO
  9. ROMBEBAI
  10. NORTHERN PAPUA /JAYAPURA

Bagusnya pemerintah juga terus berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Beberapa kemudahan yang ditawarkan antara lain seperti fiscal terms yang semakin menarik dengan bagi hasil (split) KKKS hingga 50% (sebelumnya hanya 15-30%).

Kemudian, fleksibilitas kontrak migas. Untuk itu, KKKS dipersilahkan memilih jenis kontrak, baik Cost Recovery atau Gross Split, insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.

"Pemerintah semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi," ujar Laode Sulaeman.

Forum Energi Terbesar dan Terkemuka di Asia Tenggara