EmitenNews.com - Indonesia siap menyetop ekspor bauksit. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengaku sudah siap jika aturan larangan ekspor bijih bauksit yang dimulai Juni 2023 akan digugat ke World Trade Organization (WTO). Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong hilirisasi komoditas minerba di dalam negeri, termasuk bauksit. Untuk mendukung percepatan hilirisasi tersebut, pemerintah sedang membangun 12 smelter bauksit hingga Juni 2023.

 

Kepada pers, Jumat (23/12/2022), Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan kesiapan Indonesia melarang ekspor bijih bauksit itu, Menurut dia, gugat menggugat itu biasa, sehingga masalahnya dibawa ke WTO pun Indonesia siap.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong hilirisasi komoditas minerba di dalam negeri, termasuk bauksit. Oleh karena itu, untuk mendukung percepatan hilirisasi tersebut, pemerintah sedang membangun 12 smelter bauksit hingga Juni 2023. Yang sudah selesai empat smelter) 4, tetapi operasinya di bawah kapasitas. 

 

“Tetapi 90 persen bijih diekspor, kita harapkan semuanya sudah harus bisa mempercepat, pertama 4 smelter harus memenuhi kapasitas terpasang," ujarnya.

 

Menurut Arifin Tasrif, saat ini baru empat smelter yang beroperasi dengan kapasitas produksi 4,3 juta ton per tahun. Selain itu, izin ekspor untuk 12 smelter tersebut telah diberikan karena memenuhi persyaratan pembangunan fisik smelternya. Selama ini, kata dia, yang dari surveyor-surveyor itu progresnya memenuhi syarat. Target selesainya pembangunan smelter itu sesuai batas waktu, Juni 2023.

 

Diharapkan jika 8 dari 12 smelter bisa selesai pada Juni 2023, bijih bauksit yang diproduksi bisa terserap semuanya di dalam negeri. Pemerintah optimistis, jumlah produksinya akan meningkat dari 25 juta ton bijih bauksit menjadi 40 juta ton. ***