Besok, Bank Capital (BACA) Minta Izin Private Placement 19,94 Miliar Saham
:
0
EmitenNews.com - Bank Capital Indonesia (BACA) bakal menggelar private placement maksimal 19.946.980.337 helai alias 19,94 miliar lembar. Saham baru setara 72,14 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh itu, dibalut nilai nominal Rp100. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian.
Secara umum, dana hasil private placement setelah dikurangi dengan seluruh biaya emisi untuk modal kerja, dan memperkuat struktur permodalan perseroan. Kecukupan modal, salah satu faktor utama mempengaruhi perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha sehat, dan pengembangan usaha untuk meningkatkan pendapatan usaha perseroan.
Oleh karena itu, perseroan perlu memperkuat struktur permodalan dalam memperbaiki posisi keuangan. Dengan melaksanakan private placement, diharap mendapat dana tambahan untuk mengurangi risiko keuangan soal penguatan modal. Dengan begitu, perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha secara sehat, dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.
Private placement itu, akan di exercise oleh PT Capital Global Investama (CGInvestama). PT Capital Global Investama merupakan pemegang saham utama perseroan, dan pihak terafiliasi perseroan. Nah, untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan akan meminta izin kepada pemegang saham.
Untuk kepentingan itu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada Rabu, 16 November 2022 pukul 10.00 WIB. Rapat akan berlangsung di Mercure Hotel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Peserta berhak hadir dalam rapat dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham pada Senin, 24 Oktober 2022 pukul 16.00 WIB. (*)
Related News
Target BSI (BRIS) Naik Kelas ke KBMI 4, Kejar Modal Inti di Atas Rp70T
Dua Anggota Keluarga Tanoesoedibjo Tinggalkan Kursi Komisaris BHIT
BUMI Ungkap Nasib Tambang Emas, Begini Lengkapnya
PRDL IPO dengan Valuasi Kompetitif, Fokus Ekspansi Alat Diagnostik
IPO Grup Djarum (BACH) di Rp442/Saham, Mundur Sehari & Tambah UW Baru
Pacu Ekspansi Regional, MAPA Akuisisi Sports Direct Malaysia Rp2,5T





