Dongkrak ESG, BLES Operasikan 43 Forklift Listrik Seluruh Pabrik
:
0
Seluruh pabrik Superior Prima menggunakan forklift listrik untuk tekan emisi karbon. FOTO - Dok BLES
EmitenNews.com - Superior Prima Sukses (BLES), emiten produsen bata ringan terbesar Indonesia, terus memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan. Itu dilakukan melalui investasi pada teknologi operasional lebih efisien, dan rendah emisi. BLES mulai mengoperasikan 43 unit forklift listrik (electric forklift) seluruh fasilitas produksi tersebar di lima lokasi di Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi operasional untuk meningkatkan efisiensi energi, produktivitas, sekaligus mendukung pencapaian target keberlanjutan. Implementasi forklift listrik melengkapi berbagai inisiatif dekarbonisasi telah dijalankan BLES, termasuk pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas produksi ditarget mencapai kapasitas 4.370 kWp pada akhir 2026, dan penggunaan electric loader dalam aktivitas operasional.
Melalui investasi pada teknologi rendah karbon, BLES tidak hanya berupaya menekan emisi operasional, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya, dan menciptakan lingkungan kerja lebih aman, dan nyaman. BLES percaya keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui produk, tetapi juga melalui proses produksi makin ramah lingkungan.
”Pengoperasian forklift listrik seluruh wilayah operasional merupakan salah satu langkah mengurangi emisi operasional sekaligus meningkatkan efisiensi, dan produktivitas. Kami akan terus mengevaluasi berbagai teknologi dapat mendukung target keberlanjutan pabrik bata ringan Blesscon, dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Direktur Superior Prima Sukses, Hendra Widodo.
Selain menghasilkan emisi operasional lebih rendah dibanding forklift berbahan bakar diesel, forklift listrik memiliki efisiensi energi lebih baik, biaya perawatan lebih rendah, dan tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung di area produksi. Karakteristik itu, diharap mampu mendukung peningkatan produktivitas operasional sekaligus memperkuat daya saing BLES dalam jangka panjang.
Strategi transformasi operasional itu, berjalan seiring penguatan fundamental bisnis. Pada semester I-2026, BLES membukukan penjualan Rp848 miliar, meningkat 33 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu, turut mendorong laba bersih dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp147 miliar, atau melonjak 17 kali lipat dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp8 miliar.
Kinerja operasional perusahaan dengan merek dagang Blesscon, dan Superiore Block itu, juga terus menunjukkan tren positif. Volume produksi meningkat 17 persen menjadi 1.832.507 meter kubik (m3) pada semester I-2026 dibanding episode sama tahun lalu 1.560.067 m3. Peningkatan itu, mencerminkan lonjakan permintaan pasar sekaligus efektivitas strategi operasional dijalankan perseroan.
“Perseroan akan terus mempertahankan pertumbuhan kinerja berkelanjutan melalui penguatan strategi bisnis, dan peningkatan efisiensi operasional. Sejalan dengan itu, BLES juga akan terus mengintegrasikan spek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) ke dalam seluruh proses bisnis agar pertumbuhan dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan, dan masyarakat,” harap Hendra. (*)
Related News
Saham MGLV Melonjak 353 Persen, Pengendali Sempat Divestasi Segini
DOOH Punya Pengendali Baru, Performa Saham Kinclong!
Adu Kinerja 3 BPD di BEI; BJBR, BJTM dan BEKS Mana Paling Moncer?
Kinerja Moncer, Bank Banten (BEKS) Kemas Laba Rp21,3M, Melonjak!
Bank Jatim (BJTM) Cetak Laba Meningkat, Ditopang Ini
Kinerja Gemilang Emiten Terlempar Indeks Utama MSCI Mei VS Agustus





