EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan II 2026 diprakirakan tetap baik, di tengah tingginya ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah. 

Dalam laporan BI yang dipublikasi, Sabtu (1/8/2026), perbaikan investasi menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi di mayoritas wilayah pada triwulan II 2026.

Hal tersebut didukung akselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN), program prioritas Pemerintah dan swasta, terutama di Kawasan Ekonomi/Industri di beberapa wilayah.
Kinerja ekspor yang masih positif turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan Kalimantan. Hal tersebut sejalan dengan masih tingginya permintaan negara mitra dagang utama untuk batu bara dan CPO.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan wilayah didukung oleh kinerja positif LU Konstruksi di semua wilayah. Kinerja positif LU turut didukung Industri Pengolahan di Sumatera terkait pengolahan CPO yang tetap meningkat.

Selain itu, LU Industri Pengolahan di Jawa juga tetap terjaga, di tengah tekanan kenaikan biaya input impor. Sementara itu, perbaikan kinerja LU Pertambangan di Sumatera dan Kalimantan pada TW II 2026 mendukung pertumbuhan kedua wilayah tersebut. 

Lebih Tinggi

Perekonomian wilayah pada 2026 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari capaian di tahun sebelumnya. Perbaikan ekonomi di semua wilayah terutama bersumber dari permintaan domestik yang tetap kuat, baik konsumsi Rumah Tangga (RT) maupun investasi.

Sementara itu, ekspor komoditas utama di beberapa wilayah perlu terus didorong, di tengah perlambatan permintaan global akibat dampak perang di Timur Tengah yang masih berlangsung.
Dari sisi LU, perbaikan pertumbuhan wilayah di 2026 ditopang oleh kinerja LU Konstruksi terkait dengan pembangunan proyek PSN, program prioritas Pemerintah dan proyek swasta di KI/KEK di beberapa wilayah.

Di sisi LU Pertambangan, peningkatan kinerja di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) serta Sulampua ditopang oleh perbaikan kualitas bijih tembaga dan operasionalisasi smelter pascabencana. Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan di Jawa tetap tumbuh baik, terutama ditopang permintaan domestik, di tengah permintaan eksternal yang menurun. 

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan kota pada triwulan II 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran. Secara nasional, inflasi IHK tercatat sebesar 3,34% (yoy), atau masih terjaga dalam sasaran inflasi 2,5±1%.