EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (10/2) akan kembali melanjutkan penguatan. Para investor akan menunggu rilis data inflasi. Di mana, Bank Indonesia (BI) tetap akan mempertahankan tingkat suku bunga pada level 3,5 persen.
”IHSG akan bergerak pada rentang 6.800, dan resisten 6.850,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas, Kamis (10/2).
Secara teknikal, IHSG berhasil mengalami gap up pada perdagangan kemarin, dan kini tengah menuju ke resistance 7.032. Beberapa saham memiliki potensi naik yaitu SMGR, BBNI, BBCA, ASII, TBIG, ISSP, DGIK, PTPP, dna PTBA.
Mereview perdagangan kemarin, IHSG 0,66 persen menjadi 6.834,61. Penguatan karena kenaikan serempak bursa Asia mengikuti lonjakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street. Penguatan IHSG masih terpengaruh perbaikan PDB Indonesia pada kuartal 4-2021.
Sektor pendorong kenaikan IHSG yaitu transportasi surplus 4,01 persen, material dasar naik 0,93 persen, dan industri melesat 0,93 persen. Investor asing mencatat net buy Rp1,39 triliun dengan saham-saham paling banyak dibeli BBCA, BBRI, dan BBNI.
Sementara itu, bursa saham AS Wall Street bergerak lebih tinggi lagi pada perdagangan kemarin. Itu menyusul pelemahan imbal hasil atau yield instrumen 10 tahun treasury AS. Itu diperkirakan memberi angin segar kepada para pelaku industri terutama sedang mengalami pertumbuhan atau saham growth stock.
Sejumlah saham pendorong bursa saham AS, khususnya indeks Nasdaq yaitu saham-saham bigcap yakni Meta naik 5 persen, Microsoft melesat 6,4 persen, dan Nvidia surplus 2,2 persen.
Sementara itu, bursa Asia pagi ini sudah mengorbit zona hijau. Nikkei menguat 0,5 persen, dan Kospi menanjak 0,6 persen. Penguatan dipengaruhi imbas kenaikan pada hari kemarin, dan kuatnya penutupan bursa AS. (*)
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





