EmitenNews.com - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berencana menghimpun pendanaan melalui penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement maksimal 1,47 miliar saham. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha dan kebutuhan pendanaan grup.

Dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/10/2026), perseroan menyatakan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.473.136.606 saham baru, setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebanyak 14.731.366.060 saham. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp150 per saham.

Pelaksanaan PMTHMETD I ini akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham independen dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 26 November 2026.

Manajemen berharap, kondisi keuangan dan ekuitas perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD akan akan meningkat dan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) diperkirakan membaik.

"Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah meninjau rencana PMTHMETD I termasuk menilai risiko dan manfaat bagi Perseroan dan Pemegang Saham, dan memandang bahwa PMTHMETD I merupakan salah satu pilihan terbaik bagi Perseroan dan Pemegang Saham," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

Lebih lanjut, perseroan menyatakan bahwa sekitar 25% dari dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan grup. Sementara itu, sisa dana dapat digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk belanja modal, pembelian saham atau aset, serta penyertaan modal pada perusahaan di industri yang sesuai atau terkait dengan kegiatan usaha grup.

Selain itu, daana hasil aksi korporasi juga dapat digunakan untuk membayar kembali atau melunasi sebagian maupun seluruh kewajiban perseroan dan grup berdasarkan perjanjian pembiayaan yang telah ada, termasuk pokok, bunga, dan biaya terkait.

Manajemen menilai PMTHMETD dapat menjadi alternatif pendanaan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat struktur permodalan. Penambahan jumlah saham yang beredar juga diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham EMAS.

Namun demikian, aksi korporasi ini berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga maksimal 9,091%, dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan.