Bila Pemerintah Lambat, Raja Ampat Sekarat
Ilustrasi Raja Ampat, keindahan destinasi pariwisata unggulan Indonesia yang terkenal sebagai salah satu surga biodiversitas laut dunia, kini terancam oleh aktivitas pertambangan nikel. Dok. Indonesia Kaya.
Ketua Pengurus Daerah Barisan Pemuda Adat Nusantara (PDBPAN) Moi Maya, Elon Salomon Moifilit, menyuarakan kekhawatiran masyarakat adat atas ancaman ekspansi tambang. “Kami tidak menolak pembangunan, tetapi menolak eksploitasi yang mengorbankan masyarakat adat dan menghancurkan lingkungan,” tegasnya.
Pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk menangani isu tambang nikel di Raja Ampat, termasuk penghentian sementara operasional dan evaluasi izin. Namun, tantangan besar masih dihadapi untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian ekosistem dan pariwisata berkelanjutan.
Masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pihak kini menanti tindakan nyata untuk memastikan Raja Ampat tetap menjadi “Mutiara Dunia” bagi Indonesia dan dunia.(#Be eN#). ***
Related News
Bali Masih Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia Versi TripAdvisor
Passage to Hiliwatu, Ubud, Bali
Sempat Hancur Pada PD II, RDMP Balikpapan Kini Jadi Garda Depan Energi
Tahun 2026, Target Pemkot Malang Jaring Wisatawan 3,4 Juta Orang
Kian Diminati, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 38,6 Persen di 2025
Ternyata Bukan Real Madrid Klub Olahraga Termahal versi Forbes





