EmitenNews.com - PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp1,45 triliun pada kuartal I-2026 (Q1-2026), meningkat sekitar 11,5% YoY dibandingkan Rp1,30 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tersebut dikontribusikan dari taksi Rp1,02 triliun, meningkat dibanding Rp911,50 miliar pada Q1-2025. Pendapatan dari non-taksi juga meningkat dari Rp390,21 miliar menjadi Rp431,68 miliar.

Emiten transportasi itu mencatat beban langsung yang meningkat dari Rp875,01 miliar menjadi Rp1,01 triliun yang utamanya disebabkan kenaikan beban operasional dan beban penyusutan.

Hasilnya, laba bruto Perseroan masih tercatat naik sekitar 4,2% YoY menjadi Rp444,71 miliar dari Rp426,69 miliar. Namun, kenaikan beban usaha yang cukup signifikan menekan profitabilitas perseroan.

Sementara itu, beban usaha tercatat meningkat menjadi Rp292,75 miliar dari Rp258,50 miliar, sehingga laba usaha turun menjadi Rp151,95 miliar dari Rp168,19 miliar.

Peningkatan beban usaha terutama karena kenaikan pada biaya personalia, sewa & pemeliharaan, merek, biaya administrasi pendukung, dan pengembangan teknologi informasi.

Di level bottom line, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sekitar 6,0% YoY menjadi Rp155,48 miliar dari Rp165,39 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi neraca, total aset BIRD meningkat menjadi Rp9,87 triliun per akhir Maret 2026 dari Rp9,65 triliun pada akhir 2025. Liabilitas Perseroan juga naik menjadi Rp3,39 triliun dari Rp3,32 triliun.