BNI Sekuritas: IHSG Bakal di Zona Hijau, Cermati Saham BBNI, ACES, INCO dan MEDC

EmitenNews.com— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diproyeksikan berada di zona hijau yang dipengaruhi sejumlah sentimen dalam dan luar negeri.
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara teknikal indek berpeluang menguat terbatas di tengah kondisi overbought, green candle hari ke-5 dan closing di atas 7.029.
“Trend bullish, selama di atas 6.910. IHSG closing diatas 5 day MA (7.029). Indikator MACD bullish, stochastic overbought, masih dalam pola bullish channel, candle green ke - 5. Selama di atas support 6.910, IHSG masih berpeluang bullish, target 7.070 (DONE), 7.130 - 7.180. IHSG masih di tutup di atas 200 day MA (6.816) untuk hari ke 13. Dominan power Buy. Range breakout berada di 6.910 - 7.155,” ujar Andri dalam riset nya, Senin (8/8).
Level resistance pada perdagangan hari ini berada di 7.090/7.130/7.154/7.193, sementara level support berada di 7.054/7.029/6.973/6.952/6.929, dengan perkiraan range 7.020 - 7.130.
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, pada Jumat lalu indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,23%, sementara S&P 500 turun 0,16%, begitu juga dengan indeks Nasdaq yang terkoreksi sebesar 0,50%.
“Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu jauh di atas perkiraan, dimana pasar tenaga kerja pada Juli 2022 bertambah 528.000 dibandingkan perkiraan 250.000,” jelas Maxi.
Lebih lanjut, pada Jumat lalu indeks bursa regional Asia Pasifik menguat, salah satunya adalah IHSG. Berdasarkan data RTI, IHSG akhir pekan lalu ditutup pada zona hijau di level 7.084,65, dengan level tertinggi indeks berada di 7.090,76 dan level terendah 7.045,98.
Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di atas perkiraan yakni mencapai sebesar 5,44% YoY dan 3,72% QoQ pada kuartal II-2022. Selain itu Indonesia juga melaporkan cadangan devisa sebesar USD132,2 miliar pada Juli 2022, turun dibandingkan USD136,4 miliar pada bulan sebelumnya.
Investor dapat mencermati saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan rekomendasi speculative buy dengan target 8.425/8.600 stop loss di bawah 7.875. Kemudian PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) direkomendasi speculative buy pada target 725/750 stop loss di bawah 650.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal