EmitenNews.com - Ternyata sudah ada sejumlah unit kendaraan niaga dari India yang tiba di Indonesia. Sampai akhir Februari 2026 akan ada 1.000 unit dari total 105 ribu yang direncanakan untuk kendaraan operasional Koperasi Merah Putih. Padahal, bos PT Agrinas Pangan Nusantara berjanji mengikuti arahan dari pemerintah dan DPR untuk menunda impor CBU kendaraan niaga itu.

"Apapun keputusan DPR itu adalah suara rakyat, dan wakil rakyat. Saya sebagai direktur BUMN akan taat, loyal dan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang kepentingan rakyat," kata Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa MotaJoao saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Seperti sudah diberitakan BUMN Pangan itu mengimpor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun dari India. Kontrak tersebut mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. 

Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pickup dipasok oleh Mahindra. Lalu, 70.000 unit lainnya dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pickup dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Tetapi, rupanya pickup CBU asal India ini telah masuk Indonesia secara bertahap. Untuk sementara, unit kendaraan akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi. Sampai akhir bulan nanti akan tiba sebanyak 1.000 unit.

Soal unit-unit mobil India yang sudah tiba di Indonesia itu, Joao mengaku tidak akan menggunakannya, jika kebijakannya memang melarang penggunaan unit tersebut.

"Unit yang sudah sampai, tetap kami manut dan taat kepada pemerintah dan DPR, mereka pilihan rakyat. Jadi, kalau memang disuruh tidak boleh dipakai, kami tidak akan dipakai. Apapun resikonya, itu konsekuensi yang harus diambil," ujar Joao.

Dengan gagah Joao juga menyatakan, akan menanggung konsekuensi dari penundaan impor kendaraan dari Indonesia tersebut. 

"Tanpa sedikitpun ragu-ragu kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier, itu sudah tanggung jawab saya. Saya ambil tanggung jawab itu," tegas Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota.

Atas keriuhan rencana impor kendaraan itu, tidak seperti yang lain, Kadin Indonesia mengimbau Presiden Prabowo Subianto agar membatalkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga dari India. Bukan menundanya.