Saat Neraca Dagang Indonesia Surplus, Vietnam Tekor USD5,64 Miliar
:
0
Kegiatan ekspor-impor di pelabuhan.(Foto: Binus)
EmitenNews.com - Dua negara serumpun ASEAN, Indonesia dan Vietnam mencatat kinerja perdagangan yang bertolak belakang pada Mei 2026. Jika hari sebelumnya Indonesia mengumumkan neraca perdagangan Januari–April 2026 mengalami surplus US$5,64 hari ini Vietnam dilaporkan mencatat defisit perdagangan sebesar USD 5,21 miliar pada Mei 2026.
Kinerja perdagangan internasional Vietnam yang mengalami defisit USD5,61 miliar ini merupakan setback, karena pada bulan yang sama tahun sebelumnya surplus sebesar USD 0,62 miliar. Dan catatan defisit ini merupakan defisit perdagangan terbesar sejak 1990.
Ekspor Vietnam bulan lalu tumbuh 18,0% yoy menjadi USD 46,93 miliar, sementara impor meningkat dengan laju yang lebih cepat sebesar 33,8% menjadi rekor tertinggi USD 52,14 miliar.
Untuk lima bulan pertama tahun ini, negara tersebut mencatat defisit perdagangan sebesar USD 13,8 miliar, dengan ekspor naik 19,5% yoy menjadi USD 215,66 miliar, dan impor melonjak 30,8% menjadi USD 229,46 miliar. Selama periode tersebut, ekspor barang industri olahan diperkirakan mencapai USD 193,71 miliar, menyumbang 89,8% dari total ekspor.
AS tetap menjadi pasar ekspor terbesar, dengan ekspor diperkirakan mencapai USD 69,6 miliar. Sementara itu, impor bahan produksi diperkirakan mencapai USD 215,99 miliar, menyumbang 94,1% dari total impor. China tetap menjadi sumber impor terbesar, dengan omset impor diperkirakan mencapai USD 92,6 miliar.
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai ekspor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 6,28 persen menjadi US$87,74 miliar. Sementara pada April 2026, ekspor mencapai US$25,30 miliar, naik 21,98 persen dibanding April 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas April 2026 naik 23,36 persen menjadi US$24,15 miliar.
Nilai impor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$86,51 miliar atau naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 12,70 persen menjadi US$73,58 miliar. Sementara pada April 2026, impor mencapai US$25,21 miliar, naik 22,49 persen dibandingkan April 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 14,11 persen menjadi US$20,62 miliar.(*)
Related News
Ini Yang Bawa PMI Manufaktur Indonesia Mei Kembali ke Jalur Ekspansi
Bank Sentral India Jual Emas USD12 Miliar Demi Amankan Rupee
Data Pasar Tenaga Kerja AS Tahan Harga Emas di Bawah USD4.500 per Ons
SpaceX Incar USD75 Miliar dari IPO Terbesar Sepanjang Sejarah
Ada DSI, Airlangga Pastikan Tetap Hormati Kontrak Ekspor Perusahaan
Penerbangan Jember-Surabaya Dibuka Kembali, Wings Air 4 Kali Sepekan





