Rupiah Pagi ini Menguat Usai Fed Tahan Suku Bunga
:
0
Uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Merahputihterkini.com)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis ke level Rp18.063 per dolar AS berdasarkan pemantauan data konversi real-time Google pada Kamis, 30 Juli 2026 pukul 10.20 WIB. Pergerakan positif mata uang Garuda ini terdorong oleh respons pasar terhadap keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya.
Laju kurs rupiah pagi ini mencatatkan penguatan bertahap setelah dibuka pada posisi Rp18.086 per dolar AS pada awal perdagangan. Posisi terkini tersebut juga berada lebih kuat dibandingkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada penutupan Rabu (29/7) yang tercatat sebesar Rp18.087 per dolar AS.
Sepanjang jam perdagangan pagi, rupiah sempat menyentuh level terkuatnya di kisaran Rp18.054 per dolar AS sebelum konsolidasi di Rp18.062—Rp18.063 per dolar AS.
Seperti diketahui rapat Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) pada Rabu (29/7) waktu Washington menetapkan suku bunga acuan The Fed bertahan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 9-3, di mana tiga anggota komite mengajukan dissenting vote dengan dorongan kenaikan 25 basis poin.
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi AS tetap solid, ketatnya kebijakan moneter masih diperlukan guna mengendalikan laju inflasi yang tertekan oleh volatilitas harga energi global.
Keputusan The Fed menahan laju pengetatan moneter memberi napas lega bagi mata uang kawasan berkembang. Penahanan suku bunga tersebut seketika menahan reli indeks dolar AS yang melandai ke level 101,28.
Kendati demikian, lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor penahan yang membatasi penguatan rupiah lebih jauh.
Analis pasar uang Brahmantya menjelaskan bahwa keputusan The Fed sesuai dengan perkiraan mayoritas pelaku pasar, namun potensi pengetatan pada rapat September mendatang membuat pasar tetap berhati-hati.
"Penahanan suku bunga acuan AS menjadi pendorong penguatan rupiah pagi ini. Namun, pelaku pasar masih mencermati perkembangan harga komoditas energi dan sinyal hawkish untuk kuartal IV," ujar Brahmantya. Ia memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.120 per dolar AS sepanjang hari ini.
Sementara itu, Bank Indonesia terus menjaga kestabilan nilai tukar melalui langkah intervensi terukur di pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna meredam dampak volatilitas global.(*)
Related News
Emas Antam Ikut Naik Rp15 Ribu Usai Fed Tahan Suku Bunga
Keputusan Fed Tahan Dolar di Bawah 101, Ruang Napas Buat Rupiah
Fed Tahan Bunga, Harga Emas dan Perak Lanjut Menguat
Imbal Hasil Treasury AS Naik ke 4,66 Persen Usai Sinyal The Fed
Konflik AS-Iran Memanas, Pasokan Minyak Dunia Terancam
Unit Bisnis Meta Ini Merugi Total 80 Miliar Dolar AS





