EmitenNews.com - Bank Sentral Amerika SerikatFederal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin Rabu (16/9/2026) waktu setempat. Kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari tiga tahun ini seiring dengan masih tingginya tingkat inflasi di negara tersebut.

Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan kisaran target suku bunga federal funds menjadi 3,75%-4% guna mendukung mandat ganda bank sentral, yaitu pencapaian lapangan kerja maksimal dan stabilitas harga.

Anadolu, Kamis (17/9/2026) memberitakan keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui pemungutan suara dengan hasil 12-0. "Inflasi masih tinggi," ujar The Fed, seraya menambahkan bahwa langkah kebijakan ini akan mendukung "kembali lebih cepat" ke target inflasi 2%.
"Komite akan mewujudkan stabilitas harga," tambahnya.

Data resmi terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS tetap jauh di atas target bank sentral pada bulan Agustus.

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,4% secara bulanan pada bulan Agustus, meningkat dari kenaikan 0,1% pada bulan Juli, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics).?

Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,4%, tidak berubah dari bulan Juli.?Inflasi inti, yang tidak mencakup harga pangan dan energi yang fluktuatif, melambat menjadi 2,4% secara tahunan dari sebelumnya 2,5%, meskipun meningkat menjadi 0,3% secara bulanan.
?

Harga energi melonjak 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk lonjakan harga bensin sebesar 27,4%.?

The Fed menyatakan bahwa aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju yang solid, sementara belanja domestik tetap tangguh di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, sebagian akibat perkembangan geopolitik.?Pertumbuhan produktivitas tercatat kuat dan investasi modal tetap kokoh, menurut pernyataan tersebut.
?

Bank sentral juga menyebutkan bahwa penambahan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja dan tingkat pengangguran tidak banyak berubah.?FOMC menyatakan akan melanjutkan kebijakannya untuk mempertahankan cadangan yang memadai dalam sistem perbankan.

Indonesia harus mewaspadai terhadap kenaikan suku bunga The Fed tersebut. Karena kenaikan suku bunga The Fed akan berpengaruh ke nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi sentimen baru di pasar modal sehingga akan berdampak ke indeks harga saham gabungan (IHSG).