BPD Sulut dan Gorontalo Bersama OJK Edukasi Keuangan Penyandang Disabilitas

OJK dan BPD Sulut Gorontalo sosialisasi edukasi keuangan. dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Program edukasi keuangan menyasar siswa penyandang disabilitas di Sulawesi Utara (Sulut). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) untuk menyadarkan kalangan milenial itu, tentang pentingnya literasi keuangan.
"Kami melakukan sosialisasi inklusi dan literasi keuangan kepada anak-anak di Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC Malalayang, Manado," kata Direktur Operasional BSG Louisa Parengkuan, di Manado, Sulut, Senin (23/10/2023).
Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan keuangan kepada siswa-siswi dengan kebutuhan khusus, sehingga mereka dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan mandiri.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh siswa-siswi SLB beserta guru-guru mereka. Para siswa di SLB YPAC memiliki beragam kebutuhan khusus. Karena itu, program ini dirancang khusus untuk mengakomodasi keberagaman ini dalam proses pembelajaran.
Tim Bank SulutGo dan perwakilan dari OJK memberikan presentasi mengenai dasar-dasar literasi keuangan, termasuk pentingnya menabung, pengelolaan uang, dan pengenalan produk perbankan yang sederhana.
Mereka juga memberikan contoh-contoh kasus yang relevan dan menyajikan materi dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh siswa SLB.
Program sosialisasi literasi keuangan adalah bagian dari komitmen kalangan perbankan, dan OJK, untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, memiliki akses dan pengetahuan yang cukup dalam literasi keuangan. ***
Related News

UMKM BRI Bawa Minyak Telon Lokal Tembus Pasar Internasional

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Respons Tarif Resiprokal AS

PTPP Hadirkan Inovasi dan Keunikan Pembangunan Terowongan di Samarinda

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek