BPKP Tidak Rekomendasikan Impor KRL Bekas Jepang, Kemenhub akan Patuh
:
0
Kemenhub dukung apapun putusan soal impor KRL bekas. dok. detiknews.
EmitenNews.com - Tidak diizinkan mengimpor KRL bekas dari Jepang, Kementerian Perhubungan akan mematuhi. Kemenhub merespons hasil review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang tidak merekomendasikan impor KRL bekas. Rencana impor KRL bekas ini diusulkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menggantikan 10 rangkaian KRL yang akan dipensiunkan tahun ini.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (11/4/2023), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan, pihaknya mendukung apapun keputusan pengadaan KRL selama keputusan itu menghasilkan peningkatan pelayanan KCI kepada masyarakat.
"KRL itu kan bisnis pelayanan, sepanjang itu memberikan peningkatan pelayanan, kami pasti mendukung. Tapi tidak melanggar aturan-aturan lain yang berkaitan dengan itu," ujar Risal Wasal.
Kemenhub mendukung apa pun opsi pengadaan KRL baik itu melalui impor, retrofit, maupun beli baru selama dilakukan tanpa melanggar aturan. Kemenhub tidak akan mendukung pengadaan KRL dengan impor jika kereta yang diimpor berumur lebih dari 20 tahun atau tidak memenuhi persyaratan lainnya.
Sementara itu, Kemenhub-Kereta Api Indonesia, dan Kereta Commuter Indonesia mengkaji opsi retrofit. Menurut Risal Wasal, permasalahannya belum tentu suku cadang kereta bisa didapatkan sesuai kebutuhan oleh kereta yang diperbaiki. Selama suku cadang rangkaian KRL yang akan pensiun masih tersedia maka tentu akan diupayakan untuk tetap dioperasikan.
Related News
Garap Blok Tuna, Perusahaan Migas Rusia Zarubezhneft Siap Juni
Hadirkan Sahabat Berkahmu, BCA Syariah Catat Total Aset Rp19,9 Triliun
OCBC Perluas Layanan Finansial Lewat Akuisisi Wealth Management HSBC
Baru Seminggu Tembus 7.000, Hari ini Indeks Kospi 'Taklukkan' 8.000
Rupiah Pagi ini Sempat Tembus Rp17.600 per Dolar AS
Dividen BUMN Perkuat Tulang Punggung Ekonomi Nasional





