BRI Perkuat Layanan Digital Saving Dukung Ekosistem Pasar Modal Indonesia
Gedung PT Bank Rakat Indonesia Tbk (BBRI) 2852022. dok. BRI.
EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI senantiasa mendukung perkembangan bisnis ekosistem pasar modal di Indonesia. Untuk melengkapi tren pasar modal yang terus meningkat disertai peningkatan jumlah investor milenial, BRI pun berinisiatif memperkuat pelayanan Digital Saving.
Bentuk dukungan ini terlihat dari kolaborasi BRI dengan Sucor Sekuritas pada Acara Grand Launching Aplikasi trading online “SPOT” by Sucor Sekuritas pada 18 Mei 2022, di Jakarta. Pembentukan Rekening Dana Nasabah (RDN) BRI dapat dilakukan pada Aplikasi SPOT milik Sucor Sekuritas yang telah terhubung langsung dengan Digital Saving BRI.
Layanan tersebut dapat diakses secara online sehingga memungkinkan calon nasabah bisa registrasi tabungan BRI dalam waktu kurang dari 10 menit. Setiap calon nasabah dapat memilih salah satu dari empat jenis rekening BRI online, yakni Tabungan BRI BritAma, BritAma X, dan BritAma Bisnis yang digunakan sebagai withdrawal rekening para investor maupun traders.
Terdapat banyak keuntungan bagi calon nasabah setiap pembukaan rekening BritAma melalui BRI Digital Saving. Secara otomatis, nasabah akan mendapat asuransi kecelakaan diri (personal accident) tanpa harus membayar premi dengan nilai cover sampai Rp150.000.000. Tak hanya itu, investor maupun traders juga mendapatkan cashback sampai Rp150.000 untuk setiap pembukaan Rekening BRI Digital Saving pada aplikasi SPOT milik Sucor Sekuritas.
Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (28/5/2022), Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, perseroan akan terus memberi kemudahan bagi para investor atau traders untuk meningkatkan transaksi di pasar saham. Khususnya untuk kaum milenial dan generasi Z yang menyukai kemudahan proses dan tidak memerlukan waktu lama untuk memetik hasilnya.
Optimisme tersebut didasari oleh kinerja pasar modal Indonesia selama 2021 yang telah menunjukkan senantiasa stabil dan membaik. Itu tercermin dari stabilitas pasar, aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, dan jumlah investor ritel yang meningkat. ***
Related News
Purbaya: Lewat Batas, Anggaran Tak Terpakai, Kita Tarik atau Hangus!
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?





