BRNA Rencana Rights Issue, Ungkap Ada Insentif Waran dan Dilusi
:
0
Suasana kerja di lingkungan pabrik Berlina. Foto: BRNA
EmitenNews.com - PT Berlina Tbk (BRNA) memastikan setiap pemegang saham yang mengeksekusi rights issue berhak mendapatkan insentif berupa waran seri I. Hal ini terungkap dalam keterbukaan informasi yang disampaikan BRNA, Senin (13/7).
BRNA berencana menggelar rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlbih dahulu (PMHMETD III). Rencananya, jumlah saham baru yang diterbitkan sebanyak 543.950.000 saham dengan nominal Rp50 per helainya.
Dalam dokumen tersebut, disebutkan harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp685 per saham. Rasio yang ditetapkan adalah 9:5, yang artinya setiap pemegang 9 saham lama berhak atas 5 HMETD untuk membeli saham baru.
Dalam aksi korporasi ini, pemegang saham utama sekaligus pengendali perseroan, PT Dwi Satrya Utama (DSU), menyatakan komitmen penuhnya. DSU akan melaksanakan seluruh haknya serta bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham publik.
Berbeda dengan pemegang saham lain yang wajib menyetorkan dana tunai, DSU akan melakukan penyetoran modal dalam bentuk lain non-tunai (set-off). Seluruh partisipasi DSU akan dikompensasikan langsung untuk memotong utang pokok Perseroan kepada DSU dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp264.376.182.311. Langkah ini diharapkan mampu memangkas liabilitas BRNA secara signifikan dan memperkuat struktur permodalan tanpa menguras arus kas.
Meski demikian, manajemen BRNA menyebutkan bahwa skema pelunasan utang lewat konversi saham ini masih terganjal klausul pembatasan (restrictive covenants) di beberapa bank kreditur eksisting. Seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank INA Perdana Tbk, dan PT Bank Permata Tbk, yang melarang percepatan pembayaran utang pemegang saham tanpa izin tertulis. Pihak perseroan menegaskan akan segera menyampaikan permohonan persetujuan kepada para kreditur tersebut.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi bagi para pemegang saham, BRNA juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 181.316.667 Waran Seri I secara cuma-cuma. Rasionya didesain 3:1, di mana setiap 3 saham hasil pelaksanaan HMETD akan melekat 1 Waran Seri I.
Waran tersebut dapat dieksekusi menjadi saham biasa mulai 6 bulan hingga 3 tahun sejak dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga pelaksanaan Rp800 per saham. Jika seluruh waran terserap, BRNA berpotensi mengantongi tambahan modal kerja hingga Rp145,05 miliar.
Namun, manajemen mengingatkan adanya risiko dilusi bagi pemegang saham yang absen. Efek dilusi maksimum dari rights issue ini diperkirakan mencapai 35,71%, dan akan membengkak hingga 42,55% apabila seluruh Waran Seri I nantinya dieksekusi oleh pemegang saham lain.
Adapun seluruh rencana tersebut, baru akan dieksekusi setelah mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan 5 Agustus 2026 mendatang.
Related News
Soal Merger, Telisik Gerak Kontras Saham ARTO, dan BFIN
Direksi SOCI Lepas Saham Jadi Nihil
Transaksi Tuntas, Sejumlah Bank Suntik DATA Rp1,15 Triliun
WSBP Boncos Beruntun, Semester I Defisit Makin Bengkak
Jual Habis Aset Digital, Laba EAST Paruh Pertama Melesat 34 Persen
Sisa Dana IPO Rp127,7M, Olympus Strategic (NATO) Simpan di CIMB Niaga





