EmitenNews.com - Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo)  mengempit 51 persen saham Remala Abadi (DATA). Itu dengan menyerok 701,25 juta saham DATA senilai Rp700,71 miliar. Akuisisi saham itu, telah ditahbiskan pada 13 Juli 2026.

Saham-saham itu, dibeli dari Verah Wahyudi Singgih Wong sebanyak 151,25 juta helai dengan harga Rp1.091 per lembar. Pembelian saham setara 11 persen dari Verah tersebut bernilai sejumlah Rp165,01 miliar. Lalu, 550 juta saham atau 40 persen dibeli dari Iforte dengan harga Rp974 per helai sejumlah Rp535,7 miliar.

Menyusul pelaksanaan transaksi itu, Protelindo menguasai saham DATA 701,25 juta lembar atau 51 persen, Verah menguasai 29 persen, dan publik mengemas 20 persen. Pengendali DATA tidak berubah karena Protelindo dan Iforte satu panji di bawah naungan Sarana Menara (TOWR).

Bersamaan dengan transaksi itu, DATA mendapat suntikan dana taktis senilai Rp1,15 triliun. Dana segar itu mengucur dari sejumlah perbankan. Yaitu, sebesar Rp400 miliar dari Bank SMBC, Rp150 miliar dari Bank QNB Indonesia, dan Rp600 miliar dari Bank Permata (BNLI).

Sepanjang perdagangan kemarin, saham DATA melenting 80 poin alias 3,46 persen menjadi Rp2.390 per helai. Kendati begitu, sejak awal tahun 2026, saham DATA masih terpangkas 45,68 persen setara 2.010 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp4.400. (*)