Bursa Gembok Rombongan RLCO, Kapan Estimasi Dibuka?
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: EmitenNews/Rizki.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan delapan saham dan dua waran usai lonjakan harga, sebagaimana bagian dari mekanisme cooling down untuk melindungi investor.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan delapan saham yang disuspensi meliputi Magna Investama Mandiri (MGNA), Indo Boga Sukses (IBOS), Harapan Duta Pertiwi (HOPE), Satu Visi Putra (VISI), Indospring (INDS), Bersama Mencapai Puncak (BAIK), Abadi Lestari Indonesia (RLCO), dan Bersama Zatta Jaya (ZATA).
Tak hanya induk sahamnya, BEI juga menghentikan perdagangan Waran Seri I milik emiten MGNA (MGNA-W) dan Waran Seri I milik emiten BAIK (BAIK-W). “Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1).
Pada perdagangan terakhir sebelum disuspensi, enam dari delapan saham mencatat ARA. Saham RLCO misalnya, Ia ditutup di harga ARA Rp8.700 usai naik 20,00 persen, HOPE terpantau melesat 24,48 persen ke Rp356, VISI melonjak 24,86 persen ke Rp462, INDS melambung setinggi 24,17 persen ke Rp745, serta BAIK yang terbang mentok 34,69 persen ke Rp264, dan IBOS naik 9,52 persen ke Rp138.
Sementara itu, MGNA ditutup naik 12,03 persen di Rp298 dan ZATA menguat 5,50 persen ke Rp115. Berdasar pola pengawasan BEI, estimasi pembukaan kembali perdagangan terbagi dalam tiga klaster. Saham yang baru mengalami suspensi pertama yakni, tercatat emiten ZATA, BAIK, VISI, HOPE, dan IBOS diperkirakan dibuka kembali keesokan hari dan kembali diperdagangkan normal.
Untuk INDS yang telah memasuki suspensi kedua, setelah sebelumnya sempat disuspensi pertama pada (15/1/2026) potensi pembukaan diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan, dengan status akan diganjar FCA (Full Call Auction) usai suspensi dibuka.
Sementara itu, saham yang telah masuk suspensi ketiga yakni, RLCO dan MGNA di mana sebelumnya disurati suspensi pertama pada (15/12/2025 dan 11/11/2025), disuspensi kedua (19/12/2025 dan 25/11/2025), serta ketiga kalinya pada (20/1/2026) suspensi ini berpotensi menjalani penghentian lebih panjang, hingga sekitar satu bulan dalam kasus serupa dan akan diperdagangkan kembali dengan skema FCA. (*)
Related News
Jumbo, Agpa Tender Wajib Saham AGRO Rp7.903 per Lembar
Private Placement Beres, FOLK Dulang Rp56,99 Miliar
SMAR Godok Surat Utang Rp1,2 Triliun, Intip Besaran Bunganya
Negosiasi Alot, Saham BLUE Terus Meroket
BEI Sorot Aset Meikarta, Ini Penjelasan Lippo Group (LPCK)
Senyap! Djoni Divestasi 12,34 Persen Saham MENN





