EmitenNews.com - PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan nilai mencapai Rp266,29 miliar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perseroan untuk memperbesar bisnis di sektor pertambangan.

Mayoritas dana hasil rights issue, sekitar 97,76%, akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan saham di PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS). Porsi kepemilikan HOPE di perusahaan tersebut ditargetkan melonjak dari 21,57% menjadi 99%.

Dengan skema ini, HOPE praktis akan menguasai penuh TMMS yang bergerak di bidang kontraktor tambang, penyewaan alat berat, hingga jasa pendukung seperti stevedoring dan penyediaan jetty.

Dalam keterbukaan informasi, Selasa (17/3/2026), Manajemen menilai, langkah ini membuka peluang integrasi bisnis yang kuat. Salah satunya, dump truck milik TMMS ke depan akan dikaroseri dan dirakit oleh HOPE.

Sinergi ini sebelumnya sudah dijajaki melalui nota kesepahaman yang diteken pada 10 September 2025.

Sebagai catatan, HOPE sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di industri karoseri kendaraan komersial dan telah beroperasi lebih dari 15 tahun.

Selain untuk akuisisi, sekitar 2,24% dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja.

Perseroan meyakini aksi korporasi ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan, memperkuat struktur permodalan, serta meningkatkan kinerja operasional secara keseluruhan.

Dari sisi jadwal, HOPE akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 24 April 2026 sebelum mengajukan pernyataan pendaftaran ke OJK.

Rights issue baru akan dieksekusi setelah mendapatkan pernyataan efektif dari regulator.

Namun, aksi ini juga membawa konsekuensi bagi investor lama. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 50%.