EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan aksi profit taking. Itu menilik sentimen negatif bursa global, dan bursa regional. Apalagi, harga komoditas metals macam timah, emas, dan nickel tengah mengalami koreksi.
”Oleh karena itu, sepanjang perdagangan kali ini, kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang 7.130, dan resisten 7.220,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (26/9).
Secara teknikal, Indeks masih akan menguji resistance 7.220. Sementara indicator stochastic sudah mulai berimpitan. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain PNIN, INDY, PGAS, BRIS, MPMX, SMGR, SMCB, dan ABBA.
Akhir pekan lalu, Indeks minus 0,56 persen menjadi 7.179. Beberapa sektor penekan indeks antara lain energi minus 1,41 persen, properti dan real estate tekor 1,11 persen, dan industrials turun 0,99 persen. Investor asing membukukan net sell Rp748,74 miliar. Saham paling banyak dijual investor mancanegara BBRI, BBCA, dan TLKM.
Sementara itu mayoritas bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup merosot. Pelaku pasar merespons negatif keputusan hawkish The Fed. selain itu, The Fed memberi isyarat untuk proyeksi suku bunga masih tinggi hingga 2023.
Pagi ini, bursa Asia sudah menyusuri zona negatif. Indeks Nikkei 225 anjlok 2,08 persen, dan Kospi melemah 1,98 persen. Pagi ini, Jibun Bank Jepang merilis data Flash PMI September 2022. Di mana, manufacturing, service, dan composite PMI mengalami ekspansi di atas 50. (*)
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





