BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Bayar Utang, Ekspansi, Akuisisi
:
0
Resor Alila Ubud Bali milik PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
EmitenNews.com - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II senilai maksimal Rp1,54 triliun. Dari dana yang dihimpun, Perseroan mengalokasikan Rp417,8 miliar untuk mempercepat pelunasan seluruh pokok utang pembiayaan, sementara sisanya akan digunakan membiayai ekspansi proyek properti dan kawasan wisata di Bali serta Bintan.
Berdasarkan prospektus Perseroan, dikutip Senin (3/8/2026), BUVA akan menerbitkan sebanyak 6.154.263.660 saham baru bernilai nominal Rp50 per saham dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp1.538.565.915.000.
Selanjutnya, untuk setiap pemegang 4 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 28 September 2026 berhak memperoleh 1 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk membeli satu saham baru.
Pelaksanaan rights issue tersebut berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya hingga maksimal 20%.
Rencana Penggunaan Dana
Selain digunakan untuk memperkuat struktur permodalan melalui pembayaran dipercepat utang, dana hasil rights issue juga akan menopang ekspansi bisnis Perseroan, khususnya di sektor properti dan perhotelan.
Sebesar Rp420,49 miliar akan disuntikkan ke PT Bukit Bali Permai (BBP). Dana tersebut antara lain digunakan untuk mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence (RUR) senilai Rp193,41 miliar, serta tambahan modal Rp227,08 miliar guna mengembangkan proyek West Resort di kawasan Uluwatu, Bali.
BUVA juga mengalokasikan Rp396,19 miliar untuk pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate, meliputi jalan kawasan, art gallery, natural park, fasilitas olahraga, serta berbagai sarana penunjang lainnya yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga kuartal IV 2028.
Di sektor perhotelan, Perseroan menyiapkan Rp150 miliar untuk renovasi menyeluruh Alila Ubud, mencakup pembaruan interior, eksterior, serta peningkatan fasilitas penunjang guna meningkatkan daya saing aset tersebut.
Sementara itu, ekspansi juga menyasar kawasan wisata terpadu Lagoi, Bintan. Perseroan akan menginvestasikan Rp150 miliar melalui penyertaan modal tambahan kepada PT Bukit Lagoi Villa (BLV) untuk membiayai pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga kuartal IV 2029.
Related News
Tender Wajib MAPI Rampung, Porsi Publik Anjlok, Harga Sahamnya Terbang
Emiten Produsen Indomie (ICBP) Kemas Penjualan Jumbo, Tapi Laba Susut
Laba MORA Terkerek 82,8 Persen di Paruh I-2026, Aset Tembus Rp43,13T
Win&Co Group (COCO) Ekspor Perdana ke UEA, Perluas Pasar Internasional
Grup Djarum (TOWR) Raih Pendapatan Rp7,2T Laba Naik di Semester I 2026
Pendapatan Tumbuh, Laba BKSL Melangit 514,84 Persen di Semester I 2026





