EmitenNews.com — Wall Street anjlok dengan tiga indeks utama ditutup turun lebih dari 2,5% pada akhir pekan lalu. Bursa saham Amerika Serikat ini mendapat tekanan setelah kinerja yang mengejutkan dan peningkatan kepastian seputar rencana kenaikan suku bunga acuan yang agresif. Jumat (22/4), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 2,82%, S&P 500 anjlok 2,77% dan Nasdaq Composite turun tajam 2,55%.
Dengan demikian, dalam sepekan Dow Jones koreksi 1,9%, S&P tertekan 2,8%, dan Nasdaq melemah terdalam 3,8%. Kekhawatiran tentang risiko dari kenaikan suku bunga terus membayangi setelah poros hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis (21/4).
Laporan kinerja dari empat perusahaan AS terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni Apple, Microsoft, Amazon dan induk Google Alphabet akan keluar minggu ini. Saham di Asia-Pasifik diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada hari Senin menyusul aksi jual di Wall Street pada hari Jumat lalu. Kontrak berjangka Nikkei menurun. Pasar Australia dan Selandia Baru tutup pada hari Senin karena hari libur.
Dari data ekonomi, Singapura akan melaporkan inflasi harga konsumen. Perusahaan telekomunikasi China ZTE dan Hyundai Motor Korea Selatan akan melaporkan pendapatan pada hari ini. IHSG ditutup menguat 50,59 poin atau 0,69% ke level 7.225,60 pada perdagangan Jumat (22/4). Sepuluh indeks sektoral melemah. Hanya sektor transportasi dan logistik yang menguat. Sektor dengan penurunan terdalam yakni sektor energi, sektor kesehatan, sektor barang baku, sektor konsumsi nonprimer, sektor keuangan. Rupiah berada di level Rp 14.361 per dolar AS. Investor asing mencatatkan Net Foreign Buy sebesar Rp 2,23 triliun. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah TBIG, BBNI, BMRI dan BBCA. Dalam sepekan, tercatat Net Foreign Buy sebesar Rp 5,37 triliun, sedangkan dalam setahun tercatat Net Foreign Buy Rp 46,74 triliun.
Senior Analyst BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar pada Senin (25/4/2022) mengatakan, peluang penurunan terbatas dari indikator oversold & closing di support line triangle. IHSG masih bertahan di atas 7.090, menunjukkan trend masih bullish, candle spinning top, MACD bullish, stochastic oversold, closing di bawah 7.240 (5-day MA) & dominan buy power. IHSG selama di atas 7.090 target 7.297/7.355.
Saham-saham pilihan di awal pekan ini adalah TLKM Rekomendasi: BUY 4.540 - 4.580 target 4.650/4.680 stop loss di bawah 4.490/4.420.
BRMS Rekomendasi: BUY 193-200 target 222/232 stop loss di bawah 182.
PGAS Rekomendasi: BUY 1.370-1.380 target 1.420/1.430 stop loss di bawah 1.315.
ACES Rekomendasi: BUY 1.050-1.070 target 1.110/1.140 stop loss di bawah 990.
Related News
Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur Menurun, Ini Penyebabnya
Libur Lebaran 2026, ASDP Catat 39.760 Penumpang Tujuan Danau Toba
Lebaran 2026, Sambut Wisatawan ke Candi Borobudur TWC Siapkan Ini
Menemukan Jalan Pulang: Idul Fitri Sebagai Revolusi Spiritual & Sosial
Kabar Baik! Aktivitas Wisata Ranu Regulo Jatim Buka Kembali 21 Maret
IPOT Bagikan 4 Siasat Maksimalkan Duit THR





