Kerugian Honda Setahun Rp44,3 Triliun Masih Kalah Ekstrem dari Toyota
:
0
Kerugian Honda sebesar Rp 44,3 triliun di tahun fiskal 2025 masih kalah dibandingkan yang dialami Toyota. Foto: Firkah Fansuri
EmitenNews.com - Honda Motor Co., Ltd. memperkirakan akan melaporkan kerugian operasional konsolidasi (Standar Pelaporan Keuangan Internasional) sekitar 400 miliar yen atau Rp44,3 triliun untuk tahun fiskal 2025 (berakhir Maret 2026), dibandingkan dengan laba sebesar 1,2134 triliun yen atau Rp133 triliun pada tahun fiskal sebelumnya.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kerugian Honda yang terkait dengan kendaraan listrik (EV) telah sangat memengaruhi kinerja. Ini juga merupakan kerugian operasional pertama yang dialami Honda sejak IPO Desember 1957. Perusahaan menargetkan untuk kembali meraih keuntungan pada tahun fiskal 2026, dengan mengandalkan faktor-faktor seperti kinerja bisnis sepeda motor yang terus kuat.
Honda seperti dikutip IT Home, Jumat (8/5/2026) akan merilis hasil keuangan konsolidasi dan strategi manajemen untuk tahun fiskal 2025 pada tanggal 14 Mei. Meskipun perbandingan langsung tidak mungkin dilakukan karena perbedaan standar akuntansi, kerugian operasional ini hanya kalah dari kerugian Toyota sebesar 461 miliar yen atau Rp51 triliun pada Maret 2009 selama krisis keuangan. Honda sebelumnya memproyeksikan kerugian sebesar 270 miliar hingga 570 miliar yen.
Pada bulan Maret tahun ini, Honda mengumumkan penghentian pengembangan dan penjualan tiga model EV yang sedang dikembangkan di Amerika Utara. Selain kerugian penurunan nilai aset akibat penghentian pengembangan dan produksi massal, perusahaan juga memperkirakan akan membayar kompensasi kepada produsen komponen, yang mengakibatkan kerugian maksimum sebesar 1,3 triliun yen pada tahun fiskal 2025, dan kerugian kumulatif hingga 2,5 triliun yen selama dua tahun termasuk tahun fiskal 2024.
Related News
Toyota Jadi Perusahaan Jepang Pertama Raih Penjualan Rp5.630 Triliun
Diam-diam BYD Siapkan Peluncuran Dolphin Versi PHEV Bulan Depan
SUV Listrik MG Pesaing BYD Atto 3 Rp 250 Jutaan Tiba di Dealer
Wuling Binguo EV Terbakar Lagi, Penyebab Masih Diselidiki
Gaikindonya China Desak Pemerintah Tetapkan Standar EV Murah
Dari Kisah Alwa hingga Data Berbicara, Investor Muda Kuasai Reksa Dana





