Buyback Obligasi Melonjak, Sinyal Hijau Pasar AS
:
0
Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis (20/8/2026). (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Penguatan ini terjadi seiring langkah pemerintah AS yang memutuskan untuk meningkatkan pembelian kembali (buyback) obligasi secara signifikan, yang langsung direspons positif oleh pasar global termasuk Indonesia.
Trading Economics mencatat, pada perdagangan reguler hari Rabu, tiga indeks acuan AS berhasil mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Dow Jones naik 0,22 persen, S&P 500 menguat 0,21 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,16 persen.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang turun dari level tertinggi multi-tahun setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi 10, 20, dan 30 tahun lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan mendatang.
Kebijakan lonjakan pembelian kembali obligasi ini dilakukan untuk menahan laju imbal hasil obligasi 30 tahun yang sempat melonjak ke tingkat tertinggi sejak 2007. Penurunan tajam imbal hasil obligasi tersebut berhasil menenangkan sentimen investor serta memberi tekanan positif bagi stabilitas pasar keuangan di negara berkembang (emerging markets), seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia.
Dalam pergerakan sektoral, saham barang konsumsi non-esensial, material, dan barang konsumsi esensial mencatatkan kinerja unggul. Sebaliknya, saham sektor industri, teknologi, dan keuangan tercatat masih tertinggal di zona merah.
Kini para pelaku pasar mengalihkan fokus pada rilis kinerja keuangan raksasa ritel Walmart yang dijadwalkan keluar akhir hari ini. Selain itu, investor juga mencermati rilis data statistik klaim pengangguran mingguan terbaru dari AS untuk mengukur prospek pemulihan ekonomi mendatang.(*)
Related News
Impor Minyak Melonjak, Defisit Dagang Jepang Membengkak
Selat Hormuz Panas, Minyak Dunia Tertahan di USD86
Utang AS Catat Rekor Baru, Jauh di Atas Total Utang Negara ASEAN
PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) Jelaskan Dugaan Transfer Pricing
Bakal Pimpin Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Ini Profil Sarjito
ESDM Dorong Panas Bumi jadi Sumber Energi Strategis, Potensi 30 GW





