Selat Hormuz Panas, Minyak Dunia Tertahan di USD86
:
0
Ketegangan geopolitik dan konfrontasi di Selat Hormuz antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi penahan utama harga minyak di pasar global.(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia bergerak stabil di level tinggi pada perdagangan Kamis (20/8/2026) setelah mencatatkan kenaikan lebih dari 3 persen sepanjang pekan ini. Ketegangan geopolitik dan konfrontasi di Selat Hormuz antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi penahan utama harga minyak di pasar global.
Trading Economics mencatat harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bertahan di dekat USD86 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent berada di kisaran USD92 per barel.
Kedua pihak juga terlibat dalam konfrontasi atas Selat Hormuz, meskipun Presiden Donald Trump mengatakan minyak terus mengalir melalui jalur air tersebut sambil menambahkan bahwa ia akan terbuka untuk melanjutkan pembicaraan dengan Teheran pada suatu saat nanti.
Eskalasi kawasan semakin meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penangguhan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran. Langkah tersebut diambil usai UEA menuduh Teheran meluncurkan rudal balistik ke wilayahnya, yang memberikan tambahan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Kendati risiko keamanan meningkat, para produsen minyak di kawasan Teluk tetap menyalurkan minyak mentah dalam volume signifikan melalui jalur alternatif dan pengiriman rahasia. Stabilitas pasokan dan pergerakan harga minyak global ini turut menjadi perhatian Indonesia sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak bumi guna menjaga beban subsidi energi domestik.
Dari sisi pasokan AS, data US Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat 4,4 juta barel pada pekan lalu. Di sisi lain, stok bahan bakar distilat mengalami penurunan 1,5 juta barel hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan.(*)
Related News
Impor Minyak Melonjak, Defisit Dagang Jepang Membengkak
Buyback Obligasi Melonjak, Sinyal Hijau Pasar AS
Utang AS Catat Rekor Baru, Jauh di Atas Total Utang Negara ASEAN
PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) Jelaskan Dugaan Transfer Pricing
Bakal Pimpin Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Ini Profil Sarjito
ESDM Dorong Panas Bumi jadi Sumber Energi Strategis, Potensi 30 GW





