Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen, Berikut Strategi Menko Airlangga
Sejumlah strategi disiapkan Pemerintah dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam 2026. Dok. Media Indonesia.
EmitenNews.com - Pemerintah terus berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam 2026. Strategi pemerintah menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, di antaranya fokus pada sektor prioritas, yakni pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan ketahanan energi. Selain itu, ada sejumlah program prioritas nasional yang didorong untuk mencapai pertumbuhan 5,4% tersebut.
"Program prioritas nasional itu, termasuk program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, komersialisasi Danantara, peningkatan FDI, pembangunan tiga juta rumah yang diharapkan mampu mendorong permintaan domestik sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja di wilayah perkotaan maupun perdesaan, serta peningkatan produktivitas melalui link and match tenaga kerja," papar Menko Airlangga Hartarto, dalam Indonesia Economic Forum 2026, seperti dikutip Kamis (5/3/2026).
Di luar penguatan konsumsi domestik, pemerintah mempercepat reformasi struktural melalui deregulasi, penyederhanaan perizinan berbasis OSS, serta pembentukan satuan tugas debottlenecking guna mengatasi hambatan investasi.
Lainnya, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan program hilirisasi nasional juga terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri dan penciptaan lapangan kerja. Pada sektor keuangan, Pemerintah memperkuat pendalaman pasar melalui peningkatan transparansi pasar modal dan perluasan partisipasi investor institusional domestik. Peluncuran bullion bank turut menjadi langkah strategis dalam menyediakan alternatif instrumen investasi yang lebih aman di tengah volatilitas global.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan dalam jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus menjelang Idul Fitri 2026. Antara lain diskon transportasi, bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat, serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).
Pemberian stimulus ini diharapkan dapat mengakselerasi belanja masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 hingga mencapai 5,5% (yoy).
Lainnya, pemerintah memperluas kerja sama ekonomi internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan dan investasi. Termasuk penyelesaian perundingan kemitraan ekonomi dengan Uni Eropa, Kanada, serta kawasan Eurasia, serta aksesi Indonesia ke OECD dalam beberapa tahun mendatang.
Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff dengan Amerika Serikat yang menghasilkan struktur tarif perdagangan yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia.
Dalam pernyataannya, Menko Airlangga menegaskan capaian pertumbuhan ekonomi 5% merupakan hasil sinergi antara sektor konsumsi, investasi, ekspor, serta intervensi kebijakan pemerintah. Semua itu dilakukan melalui berbagai program perlindungan sosial dan stimulus fiskal untuk menjaga daya beli.
Pemerintah akan terus memperkuat keberlanjutan pertumbuhan melalui peningkatan rasio perpajakan, digitalisasi sistem perpajakan, serta investasi pada pembangunan sumber daya manusia, termasuk program Makan Bergizi Gratis. ***
Related News
Pemerintah Tawarkan 10 Area Blok Migas, Investor Silahkan Merapat
BI Ungkap Sudah 267 Pemda Gunakan KKI, Total Transaksi Rp665 Miliar
Bahlil Sebut Impor Minyak Mentah Dari AS Sudah Berlangsung
BI: Outlook Fitch Tak Cerminkan Pelemahan Fundamental Ekonomi RI
Stimulus Idulfitri Diharapkan Bawa Pertumbuhan 5,5 Persen di TW1
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 Per Gram





