EmitenNews.com - PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatatkan kinerja yang kuat pada semester pertama 2026. Hingga 30 Juni 2026, ESSA membukukan pendapatan USD186 juta, meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Bagusnya lagi, emiten sektor energi dan kimia melalui bisnis pengolahan LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan produksi amoniak itu, sekaligus berhasil menyelesaikan kegiatan pemeliharaan terjadwal yang berskala besar.

Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (28/7/2026), Presiden Direktur & CEO ESSA, Kanishk Laroya mengungkapkan, EBITDA turut meningkat 48% YoY menjadi USD 73 juta, sedangkan laba bersih melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD 30 juta.

Penting diketahui bahwa kinerja tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan kondisi harga komoditas yang menguntungkan melalui disiplin operasional yang kuat serta pengelolaan aset yang andal.

Manajemen ESSA melaporkan pula, harga jual amoniak terealisasi meningkat 70% menjadi USD531 per metrik ton (MT) pada semester pertama 2026. Di tengah berlanjutnya dinamika geopolitik global, kenaikan harga amoniak mampu mengimbangi penurunan sementara volume produksi akibat pelaksanaan pemeliharaan terjadwal, sehingga pendapatan segmen amoniak meningkat 43% YoY menjadi USD166 juta. Sementara itu, bisnis LPG tetap beroperasi secara normal sepanjang periode pelaporan. Hal itu didukung oleh kenaikan 5% YoY pada harga jual LPG terealisasi menjadi USD639/MT, segmen ini membukukan pendapatan sebesar USD20 juta.

Satu hal ESSA berhasil menyelesaikan pemeliharaan terjadwal pabrik amoniak pada 8 Juni 2026, dengan durasi pelaksanaan 34 hari. Itu lebih cepat dibandingkan jadwal semula yang diperkirakan berlangsung selama 35-38 hari. 

Turnaround maintenance terjadwal tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk menjaga integritas aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalisir risiko penghentian operasi yang tidak terencana.

Menurut Kanishk Laroya, keberhasilan penyelesaian kegiatan pemeliharaan terjadwal yang melibatkan lebih dari 1.000 orang dari berbagai disiplin ilmu merupakan bukti perencanaan matang dan eksekusi solid oleh tim. Yang lebih penting lagi, perseroan berhasil mencapai Zero Lost Time Injury (LTI), yang mencerminkan komitmen kuat ESSA terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. 

“Turnaround ini tidak hanya meningkatkan keandalan dan keselamatan pabrik, tetapi juga produktivitas dan efisiensi, sekaligus kembali menegaskan posisi ESSA sebagai operator pabrik amoniak berkelas dunia" ujar Kanishk Laroya. ***