EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) memperkuat ketahanan siber baik dalam internal maupun lingkup industri keuangan. Hal itu diwujudkan melalui peluncuran Program Budaya Keamanan Siber.
Upaya lain yang dilakukan BI adalah membangun pusat ketahanan siber antarlembaga di Indonesia serta membangun tim respons atas insiden komputer terkait keamanan keuangan.
Inisiatif tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Central Banking Publication (CBP) dengan memberikan penghargaan Cyber Resilience Initiative (insiatif ketahanan siber) dalam Central Banking's FinTech RegTech Global Awards tahun 2022.
"Ketahanan siber harus diupayakan pada aspek manusia, proses, dan teknologi. Dalam Program Budaya Keamanan Siber ini, kami tidak hanya fokus pada manusia sebagai faktor krusial, namun juga secara holistik sehingga dapat bersama membangun ekosistem keuangan yang lebih kuat," kata Deputi Gubernur BI, Juda Agung, merespon penghargaan CBP.
Dikemukakan bahwa tidak ada senjata pamungkas untuk menjamin suatu organisasi terlepas dari ancaman dunia maya. "Oleh karena itu perlu adanya pendekatan keamanan berlapis yang mencakup manusia, proses, dan teknologi," sambung Juda.
CBP merupakan lembaga publikasi yang memfokuskan pada pembahasan kebijakan publik dan pasar keuangan, dengan penekanan pada bank sentral, lembaga keuangan internasional, serta infrastruktur dan regulasi pasar keuangan. Total 19 penghargaan yang diberikan CBP, mempertimbangkan pencapaian teknologi pada bank sentral, pengawas, dan penyedia teknologi komersil.
Dalam penghargaan tahunan yang diselenggarakan kali kelima tersebut, Bank Indonesia bersanding dengan bank sentral lainnya yang memperoleh penghargaan, antara lain Central Bank of Brazil (Brasil) pada kategori Data Management Initiative, Bank of Ghana (Republik Ghana) pada FinTech Policy of the Year, dan Bangko Sentral ng Pilipinas (Filipina).
Torehan prestasi dalam kancah internasional merupakan catatan penting, namun tak semata menjadi ukuran tunggal maupun tujuan akhir. Juda mengingatkan inisiatif memperkuat ketahanan siber oleh BI perlu dilakukan bukan hanya dari dan untuk BI, namun juga diperlukan sinergi bersama industri keuangan dan masyarakat.(fj)
Related News

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli

Kali Ini, Telat Lapor SPT Sampai 11 April 2025 tidak Kena Sanksi

Mudik BUMN 2025: SIG Berangkatkan 2.160 Pemudik & Buka Posko